ANALISIS PENGENDALIAN MUTU MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (REGIONAL 2) UNIT PABRIK KELAPA SAWIT BAH JAMBI
DOI:
https://doi.org/10.33005/wj.v18i1.141Keywords:
Crude Palm Oil, pengendalian mutu, Six Sigma, DMAIC, kadar airAbstract
Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang berperan besar dalam perekonomian Indonesia. Kualitas Crude Palm Oil (CPO) menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing di pasar global. PT Perkebunan Nusantara IV (Regional 2) Unit PKS Bah Jambi menetapkan standar mutu CPO dengan batas maksimum Asam Lemak Bebas (ALB) 3,50%, kadar air 0,15%, dan kadar kotoran 0,020%. Pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) menghasilkan temuan sigma level rata-rata 2,02 dan DPMO 482.950, yang mengindikasikan kinerja proses di bawah standar. Analisis mengungkapkan kadar air sebagai penyebab cacat dominan (100%) yang disebabkan oleh faktor mesin (kebocoran pipa steam, kebersihan) dan SDM (pengaturan suhu yang kurang teliti). Usulan perbaikan meliputi peningkatan perawatan mesin (preventive maintenance), dan standarisasi prosedur operasional di setiap stasiun produksi. Penerapan usulan ini diharapkan dapat menurunkan Defect Per Million Opportunities (DPMO), meningkatkan nilai sigma, serta menjamin mutu CPO sesuai standar yang ditetapkan.
