Kesiapan Masyarakat Lokal Dalam Pengembangan Desa Paseseh Sebagai Desa Wisata Di Kabupaten Bangkalan
DOI:
https://doi.org/10.33005/wj.v18i1.144Keywords:
Desa Wisata, Desa Paseseh, Community Readiness Model, Kesiapan Masyarakat, Pengembangan PariwisataAbstract
Pengembangan desa wisata menjadi strategi yang banyak diterapkan untuk memberdayakan potensi lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Desa Paseseh di Kabupaten Bangkalan, Madura merupakan salah satu desa yang sedang berinisiatif dalam mempersiapkan menjadi desa wisata. Faktor kunci yang menentukan keberhasilan inisiatif ini adalah kesiapan masyarakat. Ketidaksiapan masyarakat berpotensi menjadi hambatan utama, padahal desa ini memiliki beragam aset wisata yang dapat dikembangkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui posisi tingkat kesiapan masyarakat menggunakan pendekatan Community Readiness Model (CRM). Ruang lingkup penelitian mencakup penilaian enam dimensi kesiapan masyarakat, yaitu usaha masyarakat, pengetahuan masyarakat mengenai usaha, kepemimpinan, kondisi masyarakat, pengetahuan masyarakat tentang isu, dan sumber daya masyarakat terkait isu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan masyarakat berada pada tahap Preparation (persiapan) dengan skor rata-rata 3.67, dimana aspek keterampilan masyarakat menjadi kekuatan utama dengan skor 4.00 sementara pengetahuan tentang isu masih perlu ditingkatkan dengan skor 3.33. Penelitian ini menjelaskan bahwa masyarakat Desa Paseseh telah memiliki landasan yang memadai untuk melanjutkan ke tahap implementasi, dengan rekomendasi strategis pada peningkatan kapasitas pengetahuan masyarakat melalui program edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif.
