Model Tourism Supply Chain Desa Wisata (Studi Kasus : Desa Paseseh, Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura)

Authors

  • Intan Salza Putri Syaharani Universitas Trunojoyo Madura
  • Retno Indriartiningtias Universitas Trunojoyo Madura
  • Shofi Fitrotis Salimah Universitas Trunojoyo Madura

DOI:

https://doi.org/10.33005/wj.v18i1.146

Keywords:

Batik Paseseh, Desa Wisata, Pariwisata Berbasis Masyarakat, Tourism Supply Chain

Abstract

Desa Paseseh merupakan salah satu sentra batik Madura yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata budaya. Selain menjadi sentra batik, Desa Paseseh terdapat beberapa faktor lainnya yang dijadikan sebagai wisata seperti pantai dan muesum kapal. Saat ini Desa Paseseh sedang melakukan proses pengembangan untuk menjadi desa wisata. Salah satu hal yang perlu disiapkan dari pihak pemerintah atau yang berkepentingan yaitu melalui proses Tourism Supply Chain sebagai upaya untuk meningkatkan sistem pengelolaan wisata yang lebih terarah, memperkuat peran masyarakat lokal, serta memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Stakeholder yang ada dalam penelitian meliputi Kepala Desa dan pelaku UMKM desa wisata Paseseh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Tourism Supply Chain di Desa Wisata Batik Paseseh terdiri dari beberapa elemen utama, yaitu reservasi, transportasi, atraksi, produksi UMKM batik, aktivitas wisata, dan wisatawan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

Intan Salza Putri Syaharani, Retno Indriartiningtias, & Shofi Fitrotis Salimah. (2026). Model Tourism Supply Chain Desa Wisata (Studi Kasus : Desa Paseseh, Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura). Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko, 18(1), 47–56. https://doi.org/10.33005/wj.v18i1.146