Penerapan Manajemen Strategi dalam Menilai Kelayakan Usaha Laundry Kiloan Menggunakan Analisis SWOT di Kawasan Industri

Authors

  • Tri Ngudi Wiyatno Universitas Pelita Bangsa
  • Indra Setiawan Universitas Pelita Bangsa
  • Sunita Dasman Universitas Pelita Bangsa
  • Opie Oktavia Universitas Pelita Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.33005/wj.v18i1.148

Keywords:

Aplikasi Digital, Analisis Perancangan Perusahaan, Laundry Kiloan, Studi Kelayakan

Abstract

Perkembangan kawasan industri di Indonesia, khususnya di Cikarang, membuka peluang bisnis di sektor jasa penunjang kebutuhan sehari-hari. Salah satunya adalah layanan laundry kiloan berbasis teknologi digital untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi. Transformasi digital menjadi solusi yang relevan, memungkinkan layanan pemesanan dan pengantaran laundry dapat dilakukan secara efisien melalui aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan bisnis SIKAT BERSIH, yaitu usaha laundry kiloan dengan layanan antar-jemput berbasis aplikasi digital di kawasan industri Cikarang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Data primer diperoleh dari observasi lapangan dan wawancara dengan 56 responden yang terdiri dari pekerja pabrik, penghuni kos, mahasiswa dan pelaku usaha laundry. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dan pertimbangan bagi calon investor atau pelaku usaha sejenis di kawasan industri lainnya. Dengan demikian, SIKAT BERSIH memiliki prospek untuk menjadi solusi inovatif layanan laundry modern yang kompetitif dan berkelanjutan di kawasan industri Cikarang.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

Tri Ngudi Wiyatno, Indra Setiawan, Sunita Dasman, & Opie Oktavia. (2026). Penerapan Manajemen Strategi dalam Menilai Kelayakan Usaha Laundry Kiloan Menggunakan Analisis SWOT di Kawasan Industri. Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko, 18(1), 57–64. https://doi.org/10.33005/wj.v18i1.148