ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL PETUGAS AVSEC (Aviation Security) DENGAN METODE NASA-TLX PADA PT ANGKASA PURA INDONESIA (STUDI KASUS : BANDARA ADI SOEMARMO)
DOI:
https://doi.org/10.33005/wj.v18i1.152Keywords:
AVSEC, beban kerja mental, NASA-TLX, kinerja, stres kerjaAbstract
Petugas Aviation Security (AVSEC) memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan, sehingga dituntut untuk bekerja dengan tingkat konsentrasi dan ketelitian yang tinggi. Kondisi kerja yang dinamis serta sistem shift yang bergilir sering kali menimbulkan tekanan mental yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat beban kerja mental serta mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhi petugas AVSEC di Bandara Adi Soemarmo. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan instrumen pengukuran NASA-Task Load Index (NASA-TLX) yang melibatkan enam indikator, yaitu mental demand, physical demand, temporal demand, performance, effort, dan frustration. Data diperoleh dari 20 responden melalui penyebaran kuesioner dan wawancara langsung di berbagai area kerja AVSEC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% petugas berada pada kategori beban kerja mental tinggi dan 38% berada pada kategori sangat tinggi. Faktor yang paling dominan adalah performance (OP), effort (EF), dan mental demand (MD) yang mencerminkan tingginya tuntutan kinerja, konsentrasi, serta tanggung jawab pekerjaan. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan penerapan intervensi holistik seperti penambahan tenaga kerja, rotasi shift, manajemen stres, dan pelatihan kognitif untuk mengurangi beban kerja mental serta meningkatkan efektivitas dan kesejahteraan kerja petugas AVSEC.
