Evaluasi Kelayakan Usaha Dengan Metode Business Model Canvas dan Analisis Sensitivitas
DOI:
https://doi.org/10.33005/wj.v18i1.153Keywords:
Analisis Sensitivitas, Business Model Canvas, Kelayakan Usaha, SWOT, TOPSISAbstract
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan usaha secara finansial dan non-finansial menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) serta analisis sensitivitas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis finansial dilakukan dengan menghitung Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), Profitability Index (PI), dan Break Even Point (BEP), disertai uji sensitivitas terhadap kenaikan harga bahan baku sebesar 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total investasi sebesar Rp160.903.000. Biaya tetap senilai Rp732.000.000 dan biaya variabel yang mencakup bahan baku sekitar Rp1,74 miliar hingga Rp1,77 miliar serta overhead sekitar Rp168 juta hingga Rp171 juta. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha dinyatakan layak secara finansial dengan nilai BEP sebesar Rp1.489.114.584, NPV positif sebesar Rp2.930.090.489, PP selama 4 bulan 30 hari, dan PI sebesar 1,42. Uji sensitivitas menunjukkan bahwa usaha tetap layak dijalankan pada semua skenario kenaikan harga bahan baku, dengan nilai NPV terendah Rp1.810.472.293 pada skenario kenaikan 15% dan PI yang tetap di atas 1. Dari aspek non-finansial, usaha juga dinilai layak karena memiliki lokasi strategis, proses produksi efisien, dan operasional yang terstruktur dengan baik. Berdasarkan hasil BMC, SWOT, dan TOPSIS, strategi berbasis digital menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kinerja bisnis dan memperluas jangkauan pasar.
