STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS OPERATOR MELALUI ANALISIS METODE TIME STUDY PADA PROSES PENGEMASAN PRODUK (Studi Kasus : PT. Dion Farma Abadi Klaten, Jawa Tengah)
DOI:
https://doi.org/10.33005/wj.v18i1.154Keywords:
Efisiensi kerja, Faktor manusia, Industri kosmetik, Produktivitas operator, Proses pengemasanAbstract
Industri manufaktur berperan penting dalam mendukung perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 18,25% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2023. Salah satu subsektor yang terus tumbuh adalah industri kosmetik dan skincare, yang mengalami peningkatan permintaan seiring dengan tren perawatan diri dan perluasan pasar digital. Namun, dalam proses produksinya, khususnya pada tahap pengemasan, masih ditemukan perbedaan produktivitas antaroperator yang berdampak pada efisiensi dan stabilitas alur produksi. Penelitian ini dilakukan di PT. Dion Farma Abadi Klaten untuk menganalisis faktor-faktor penyebab variasi produktivitas antaroperator dan merumuskan strategi peningkatan efisiensi kerja. Metode yang digunakan adalah time study (studi waktu) dengan pengamatan langsung terhadap aktivitas pengemasan seperti label depan, label bawah, dan pemasangan hologram. Data waktu kerja dikumpulkan dari lebih dari 40 operator dan diuji menggunakan uji keseragaman data, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku serta analisis penyebab menggunakan diagram Fishbone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua aktivitas berada dalam batas kendali atas dan bawah (BKA-BKB), menandakan data seragam. Nilai rata-rata waktu siklus diperoleh sebesar 0,33 menit/pcs untuk label depan, 0,162 menit/pcs untuk label bawah, dan 0,12 menit/pcs untuk pemasangan hologram. Setelah disesuaikan dengan faktor penilaian kinerja dan allowance, diperoleh rata-rata waktu baku sebesar 0,3 menit/pcs pada label depan, 0,15 menit/pcs pada label bawah, dan 0,10 menit/pcs pada aktivitas hologram. Hasil menunjukkan adanya variasi produktivitas antaroperator hingga selisih tiga kali lipat, di mana operator K mampu mencapai 16 pcs/menit sementara operator P hanya 5 pcs/menit pada aktivitas yang sama. Perbedaan produktivitas disebabkan oleh faktor keterampilan dan pengalaman (35%), teknik gerakan (25%), motivasi dan kondisi psikologis (12%), serta lingkungan kerja (8%). Berdasarkan temuan tersebut, strategi peningkatan produktivitas yang diusulkan meliputi pelatihan internal oleh operator berpengalaman, pemetaan kompetensi kerja, perbaikan ergonomi area kerja, serta rotasi aktivitas untuk menghindari kejenuhan dan meningkatkan motivasi. Penerapan strategi ini diharapkan dapat menurunkan rata-rata waktu baku sebesar 15–25%, menyamakan produktivitas antaroperator, serta meningkatkan efisiensi proses pengemasan secara keseluruhan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan faktor manusia melalui pelatihan, standardisasi prosedur, dan lingkungan kerja yang ergonomis menjadi kunci utama dalam peningkatan produktivitas industri kosmetik yang kompetitif.
