Peningkatan Kualitas Proses Finishing Kertas Koran Menggunakan Metode Six Sigma DMAIC dan FMEA: Studi Kasus di PT. ABC
DOI:
https://doi.org/10.33005/wj.v18i1.160Keywords:
Six Sigma, DMAIC, Kualitas, FMEA, DPMOAbstract
PT. ABC menghadapi tantangan dalam mengendalikan cacat produk pada proses finishing kertas koran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas proses dengan menerapkan metodologi DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dari Six Sigma. Data cacat dari Juli hingga Desember 2024 dianalisis untuk mengidentifikasi jenis cacat dominan dan menghitung kinerja awal. Hasil penelitian mengungkap bahwa "Kertas Lubang" merupakan cacat terbesar (30,74%). Nilai kapabilitas proses awal adalah level sigma 3,73 (DPMO 12.878). Analisis FMEA mengidentifikasi "Kertas Lubang" sebagai prioritas dengan Risk Priority Number (RPN) tertinggi 448. Usulan perbaikan difokuskan pada faktor mesin dan operator, yang kemudian diimplementasikan. Hasilnya, kapabilitas proses meningkat signifikan menjadi level sigma 3,91 (DPMO 8.056) pada Maret 2025. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan DMAIC Six Sigma efektif untuk menurunkan defect dan meningkatkan kualitas. Direkomendasikan agar perusahaan menerapkan usulan pengendalian secara berkelanjutan dan menjadikan Six Sigma sebagai budaya dalam penyelesaian masalah.
