Perancangan Alat Bantu Pecacat Kemasan Bekas Berbasis Mesin Belt Sander Sebagai Solusi Proses Manual (Studi Kasus : PT. Dion Farma Abadi)
DOI:
https://doi.org/10.33005/wj.v18i1.163Keywords:
Kemasan bekas, Pencacatan, Belt sander, Efisiensi prosesAbstract
Kemasan bekas dalam industri farmasi merupakan salah satu permasalahan penting yang harus ditangani dengan baik. Apabila kemasan bekas tidak dicacat, maka berpotensi menimbulkan risiko seperti penyalahgunaan, penjualan kembali secara ilegal, maupun pencemaran lingkungan. Selama ini, proses pencacatan kemasan bekas di PT. Dion Farma Abadi masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama, menguras tenaga, dan hasil pencacatan belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat bantu pencacat kemasan bekas berbasis mesin belt sander sebagai solusi dari proses manual yang ada. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung di lapangan, identifikasi kebutuhan teknis, perancangan alat, serta uji coba performa.
Hasil perancangan menunjukkan bahwa alat bantu pencacat yang dibuat mampu mempercepat proses pencacatan dengan waktu rata-rata 3–5 detik per kemasan. Selain itu, penggunaan alat ini juga mengurangi beban kerja operator dan menghasilkan cacatan yang lebih merata dibandingkan proses manual. Dengan demikian, alat bantu pencacat kemasan bekas ini dapat meningkatkan efisiensi proses kerja dan menjadi alternatif yang lebih efektif dalam mendukung aktivitas operasional di PT. Dion Farma Abadi.
