KLASIFIKASI TINGKAT KERAWANAN BENCANA WITEL 3 MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING UNTUK MENDUKUNG STRATEGI EKSPANSI INFRASTRUKTUR TELEKOMUNIKASI
DOI:
https://doi.org/10.33005/wj.v18i1.166Keywords:
Clustering, Kerawanan Bencana, Infrastruktur Telekomunikasi, Implementasi, Pendukung KeputusanAbstract
Pengembangan infrastruktur telekomunikasi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan pemetaan risiko bencana yang komprehensif untuk memastikan operasional berkelanjutan dan investasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan tingkat kerawanan bencana pada 10 wilayah kerja PT Telkom Witel Yogyakarta (Witel 3) menggunakan metode clustering berbasis data historis kejadian banjir, gempa bumi, angin kencang, tanah longsor, dan kebakaran periode 2023-2024. Proses normalisasi diterapkan agar skala variabel setara, dilanjutkan penerapan algoritma K-Means untuk menghasilkan kelompok daerah berdasarkan kemiripan karakteristik risiko. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga cluster utama: (1) wilayah risiko rendah yang sangat layak untuk ekspansi tower reguler, (2) wilayah risiko sedang dengan rekomendasi mitigasi tambahan, dan (3) wilayah risiko tinggi yang memerlukan pendekatan alternatif seperti Cell on Wheels (COW) atau komunikasi satelit. Implementasi hasil penelitian menyediakan data risiko bencana dan sarana pendukung keputusan berbasis data, sehingga pihak Telkom dapat memprioritaskan investasi di lokasi aman, mengurangi kerugian operasional, dan meningkatkan ketahanan layanan telekomunikasi. Dengan demikian, metode clustering terbukti efektif untuk mendukung strategi ekspansi infrastruktur telekomunikasi yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
