Pendekatan Analitis Berbasis Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA) dalam Evaluasi Risiko dan Penerapan K3 untuk Mewujudkan Keberlanjutan Operasional Industri Mebel
DOI:
https://doi.org/10.33005/wj.v18i1.168Keywords:
K3, MAFMA, Analisis Risiko, Industri MebelAbstract
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri manufaktur, termasuk pada Industri Mebel Ihtiar Jaya Surabaya yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya serta menilai tingkat risiko kerja menggunakan metode Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA). Melalui pendekatan ini, setiap potensi risiko diidentifikasi, diukur tingkat keparahan dan frekuensinya, serta ditentukan prioritas pengendalian berdasarkan hasil evaluasi risiko. Hasil penelitian menunjukkan lima jenis risiko utama yang sering terjadi, yaitu cedera tangan dan jari, paparan suara bising, iritasi mata, tangan terjepit, serta cedera pada punggung dan otot. Risiko tertinggi adalah cedera tangan dan jari dengan tingkat kejadian 54.23%, diikuti oleh paparan suara bising 20.93%, iritasi mata 13.61%, tangan terjepit 8.27%, dan cedera punggung serta otot 2.95%. Strategi pengendalian difokuskan pada tindakan mitigasi melalui penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang benar, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, peningkatan fokus kerja, penambahan waktu istirahat, perhatian terhadap gizi pekerja, serta pelatihan ergonomi untuk pencegahan cedera otot. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan metode MAFMA efektif dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko kerja, serta memberikan rekomendasi pengendalian yang berkontribusi terhadap penerapan sistem kerja yang aman, efisien, dan berkelanjutan di Industri Mebel Ihtiar Jaya Surabaya
