Analisis perbandingan produktivitas operator dengan pendekatan time study, uji t-test, dan fishbone diagram pada proses pengeleman bulu mata tiplash di PT. Royal korindah
DOI:
https://doi.org/10.33005/wj.v18i1.184Keywords:
produktivitas, time study, Welch’s t-test, fishbone diagram, pengeleman bulu mataAbstract
Industri bulu mata palsu merupakan salah satu subsektor kosmetik yang berkembang pesat di Indonesia dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal, khususnya di Kabupaten Purbalingga. PT. Royal Korindah sebagai salah satu produsen terbesar bulu mata palsu di dunia menghadapi tantangan dalam meningkatkan produktivitas operator pada proses pengeleman bulu mata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan produktivitas operator menggunakan dua metode pengeleman, yaitu metode kuas dan metode suntikan, dengan pendekatan time study, uji statistik, serta analisis kualitatif menggunakan fishbone diagram. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap delapan operator dengan teknik stopwatch time study untuk memperoleh data cycle time. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa rata-rata cycle time metode kuas adalah 18,28 detik, sedangkan metode suntikan 19,95 detik. Uji normalitas dan homogenitas menyatakan bahwa data tidak normal dan varians tidak homogen, sehingga digunakan Welch’s t-test. Hasil uji menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,001) antara kedua metode, dengan metode kuas lebih cepat dibandingkan metode suntikan. Analisis fishbone diagram mengidentifikasi faktor penyebab perbedaan produktivitas berasal dari aspek manusia, metode, material, dan mesin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode kuas lebih unggul dalam efisiensi waktu, namun kedua metode masih memiliki kelemahan teknis yang memerlukan perbaikan agar produktivitas dan kualitas produk dapat ditingkatkan.
