Peramalan Permintaan Semen Ordinary Portland Cement dan Pengendalian Persediaan Gypsum di PT Solusi Bangun Indonesia

Authors

  • Agustinus Mahardhika Universitas Telkom Purwokerto
  • Yoga Ariansyah Tarigan Universitas Telkom Purwokerto
  • Henry Dwi Prihartanto Universitas Telkom Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.33005/wj.v19i1.210

Keywords:

Gypsum, Ordinary Portland Cement, Pemulusan Eksponensial Tunggal, Peramalan, Titik Pemesanan Kembali, Cadangan Pengaman

Abstract

Kestabilan pasokan semen memegang peranan krusial dalam menopang percepatan pembangunan infrastruktur nasional, sehingga perencanaan produksi yang akurat menjadi penentu utama kelancaran operasional industri. PT Solusi Bangun Indonesia Narogong Plant menghadapi dinamika fluktuasi permintaan semen tipe Ordinary Portland Cement (OPC) yang memengaruhi pengelolaan inventori bahan baku aditif, khususnya gypsum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode peramalan permintaan semen tipe OPC yang paling akurat serta merumuskan kebijakan cadangan pengaman (safety stock) dan titik pemesanan kembali (reorder point/ROP) bagi gypsum alam dan gypsum sintetis guna mengeliminasi risiko kekurangan persediaan (stockout) maupun penumpukan material (overstock). Metode peramalan yang dievaluasi mencakup Naive, Rata-Rata Bergerak (Moving Average n=3 dan n=4), Pemulusan Eksponensial Tunggal (Single Exponential Smoothing/SES), serta Pemulusan Eksponensial Ganda (Double Exponential Smoothing/DES) dengan memanfaatkan data historis 12 bulan sepanjang tahun 2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola deret waktu bersifat stasioner berdasarkan uji grafik Box-Cox (nilai pembulatan lambda mendekati 1). Evaluasi Mean Absolute Percentage Error (MAPE) menetapkan metode Single Exponential Smoothing sebagai model paling presisi dengan nilai MAPE terendah sebesar 17,39% serta terbukti stabil melalui peta kendali Moving Range tanpa indikasi sinyal di luar batas kendali. Berdasarkan proyeksi kebutuhan gypsum (proporsi 3,5% dari massa semen OPC dengan pembagian 50% gypsum alam dan 50% gypsum sintetis), cadangan pengaman yang direkomendasikan pada tingkat layanan 95% adalah 256,49 ton untuk gypsum sintetis (waktu tunggu 1 bulan), serta 362,72 ton (waktu tunggu 2 bulan) dan 444,26 ton (waktu tunggu 3 bulan) untuk gypsum alam. Titik pemesanan kembali (ROP) pada tingkat layanan 95% masing-masing berada pada volume 1.417,83 ton untuk gypsum sintetis, serta 2.685,40 ton dan 3.928,28 ton untuk gypsum alam. Penerapan parameter ini memberikan landasan operasional yang kokoh guna menjamin kesinambungan produksi penggilingan semen secara efisien.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-11-02

How to Cite

Agustinus Mahardhika, Yoga Ariansyah Tarigan, & Henry Dwi Prihartanto. (2026). Peramalan Permintaan Semen Ordinary Portland Cement dan Pengendalian Persediaan Gypsum di PT Solusi Bangun Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko, 19(1), 121–128. https://doi.org/10.33005/wj.v19i1.210