Evaluasi Kelayakan dan Manajemen Risiko Usaha Franchise Minimarket Alfamart di Lingkungan Persaingan Tinggi (Red Ocean)
DOI:
https://doi.org/10.33005/wj.v19i1.213Keywords:
Kelayakan bisnis, franchise, Alfamart, Red Ocean, manajemen risikoAbstract
Pertumbuhan pesat ritel waralaba minimarket di Indonesia memicu kepadatan gerai yang tinggi pada kawasan komersial tertentu sehingga membentuk lingkungan persaingan jenuh (Red Ocean). Kepadatan tersebut menimbulkan risiko kanibalisasi pasar antar gerai yang dapat menggerus proyeksi kelayakan investasi calon pewaralaba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan investasi usaha franchise minimarket Alfamart pada kawasan dengan tingkat kepadatan pesaing yang tinggi (Red Ocean) di Jalan Tarum Barat 2, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, sekaligus mengidentifikasi profil risiko bisnis dan menyusun strategi mitigasinya. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi analisis finansial konvensional dengan pemodelan risiko spasial khususnya kanibalisasi pasar antar gerai yang belum banyak diakomodasi pada kajian kelayakan franchise sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif yang memadukan analisis aspek pasar dengan analisis finansial melalui Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), dan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa atas investasi awal sebesar Rp800.000.000 diperoleh nilai Payback Period sebesar 3,7 tahun atau setara 3 tahun 8 bulan, NPV positif sebesar Rp18.640.000, dan BEP sebesar Rp220.000.000 per bulan, sehingga investasi dinyatakan layak secara finansial. Akan tetapi, lingkungan Red Ocean memunculkan risiko kanibalisasi pasar, margin keuntungan yang rendah, peningkatan biaya operasional, serta tekanan digitalisasi ritel. Oleh karena itu, strategi mitigasi yang direkomendasikan mencakup pengendalian biaya operasional berbasis efisiensi rantai pasok, optimalisasi sistem informasi manajemen, diferensiasi layanan, dan penguatan loyalitas konsumen. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi calon investor franchise dalam pengambilan keputusan investasi pada kawasan komersial yang jenuh
