Implementasi Tri Hita Karana sebagai Landasan Nilai dalam Mewujudkan Smart and Sustainable Manufacturing di Era Industri 5.0
DOI:
https://doi.org/10.33005/wj.v19i1.215Keywords:
human-centricity, Industri 5.0, resilience, smart manufacturing, sustainability, Tri Hita KaranaAbstract
Transformasi industri menuju Industri 5.0 mendorong integrasi teknologi cerdas dengan prinsip human-centricity, sustainability, dan resilience. Namun, perkembangan teknologi perlu didukung landasan nilai agar transformasi tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga memperhatikan manusia, lingkungan, dan tanggung jawab organisasi. Artikel ini bertujuan mengembangkan Tri Hita Karana Smart and Sustainable Manufacturing Framework sebagai kerangka konseptual yang mengintegrasikan filosofi Tri Hita Karana (THK) dengan smart and sustainable manufacturing. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur dan analisis konseptual terhadap kajian mengenai Industri 5.0, smart manufacturing, sustainable manufacturing, human-centric manufacturing, serta Tri Hita Karana. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Parhyangan dapat menjadi landasan etika dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi, Pawongan mendukung pendekatan human-centric melalui kesejahteraan, kompetensi, dan kolaborasi manusia dengan teknologi, sedangkan Palemahan menjadi dasar keberlanjutan melalui efisiensi sumber daya dan pengelolaan lingkungan. Kerangka yang dihasilkan menempatkan THK sebagai value foundation, Industri 5.0 sebagai industrial paradigm, dan smart technology sebagai implementation mechanism. Implementasi kerangka diarahkan melalui value alignment, smart capability development, human–technology collaboration, sustainable process transformation, dan resilient value creation. Kerangka ini menawarkan perspektif berbasis nilai lokal dalam membangun sistem manufaktur yang cerdas, berkelanjutan, berpusat pada manusia, dan tangguh, serta dapat menjadi dasar bagi pengembangan penelitian empiris selanjutnya.
