Evaluasi Kesenjangan dan Standardisasi Dokumen Keamanan Informasi Berdasarkan ISO/IEC 27001:2022 dengan Pendekatan PDCA di PT XYZ

Authors

  • Muhammad Ramzy Firdaus UPN Veteran Jakarta
  • Amenda Septiala Tarigan UPN Veteran Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.33005/wj.v19i1.225

Keywords:

Gap Analysis, ISO/IEC 27001:2022, Matriks RACI, PDCA, Standardisasi Dokumen

Abstract

Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) berbasis ISO/IEC 27001:2022 menjadi kebutuhan krusial bagi perusahaan penyedia layanan teknologi informasi di industri penerbangan guna menjamin ketersediaan, kerahasiaan, dan integritas data. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesenjangan dokumen Sistem Manajemen Keamanan Informasi eksisting dan melakukan standardisasi Prosedur Operasional Standar (SOP) di PT XYZ menggunakan kerangka kerja Plan-Do-Check-Act (PDCA). Evaluasi awal melalui gap analysis terhadap 27 klausul yang dievaluasi dan  menunjukkan tingkat kepatuhan awal sebesar 29,6% Comply, 59,3% Partly Comply, dan 11,1% Non-Comply. Melalui tahapan PDCA yang diintegrasikan dengan Swimlane Diagram dan matriks RACI (Responsible, Accountable, Consulted, Informed), dilakukan penyusunan dan revisi terhadap tiga SOP prioritas, yaitu SOP Identifikasi Risiko dan Peluang SMKI, SOP Sasaran Keamanan Informasi dan Pemantauan KPI Siber, serta SOP Akses Fisik Data Center. Hasil evaluasi akhir menunjukkan peningkatan tingkat kepatuhan menjadi 70,4% (19 klausul) Comply dan penurunan status Non-Comply menjadi 0,0%. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan PDCA terstruktur dapat mendukung penutupan kesenjangan dokumen serta memperjelas tata kelola dan wewenang lintas divisi dalam persiapan sertifikasi ISO/IEC 27001:2022.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-11-02

How to Cite

Muhammad Ramzy Firdaus, & Amenda Septiala Tarigan. (2026). Evaluasi Kesenjangan dan Standardisasi Dokumen Keamanan Informasi Berdasarkan ISO/IEC 27001:2022 dengan Pendekatan PDCA di PT XYZ. Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko, 19(1), 291–300. https://doi.org/10.33005/wj.v19i1.225