Pengendalian Kualitas untuk Mengurangi Produk Cacat pada Proses Printing Kain dengan Pendekatan DMAIC (Studi Kasus: Kayo Printing)

Authors

  • Dhea Safira Nur Annisa UPN Veteran Jakarta
  • Mohammad Rachman Waluyo UPN Veteran Jakarta
  • Amenda Septiala Tarigan UPN Veteran Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.33005/wj.v19i1.226

Keywords:

DMAIC, Pengendalian Kualitas, Printing Kain, Six Sigma

Abstract

Kayo Printing merupakan perusahaan yang bergerak di bidang printing tekstil dan masih menghadapi permasalahan produk cacat pada proses printing kain. Data Januari–Desember 2025 menunjukkan total produk cacat sebesar 1.502,4 yard dan beberapa periode melebihi toleransi perusahaan sebesar 2,5%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cacat dominan, menganalisis akar penyebab, merumuskan perbaikan, dan mengevaluasi efektivitas implementasinya. Metode yang digunakan adalah Six Sigma dengan pendekatan Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Tahap Define menggunakan Critical to Quality dan SIPOC, Measure menggunakan Diagram Pareto, P-Chart, Defects Per Million Opportunities, dan Level Sigma, Analyze menggunakan Fault Tree Analysis dan Failure Mode and Effect Analysis, Improve menggunakan 5W1H, sedangkan Control dilakukan melalui evaluasi pasca perbaikan. Enam cacat prioritas menyumbang 78,87% dari total cacat. Implementasi perbaikan selama satu bulan menurunkan DPMO dari 2.520,09 menjadi 992,45 atau 60,57%, serta meningkatkan Level Sigma dari 4,3387 menjadi 4,6370. P-Chart pascaperbaikan menunjukkan proses berada dalam kondisi terkendali secara statistik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan DMAIC efektif dalam mengurangi kecacatan dan meningkatkan kestabilan proses printing kain.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-11-02

How to Cite

Dhea Safira Nur Annisa, Mohammad Rachman Waluyo, & Amenda Septiala Tarigan. (2026). Pengendalian Kualitas untuk Mengurangi Produk Cacat pada Proses Printing Kain dengan Pendekatan DMAIC (Studi Kasus: Kayo Printing). Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko, 19(1), 301–311. https://doi.org/10.33005/wj.v19i1.226