Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti <p>Selamat datang di website <strong>Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko. </strong>Prosiding ini diterbitkan oleh <strong>Teknik Industri UPN "Veteran" Jawa Timur.</strong></p> <p><strong>Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko</strong> merupakan prosiding akses terbuka. Dewan redaksi mengundang penulis dan pakar untuk mempublikasikan dan berbagi ide melalui penelitian ilmiah dan empiris di bidang Teknik Industri. Tujuan utama dari publikasi ini adalah untuk meningkatkan teori, konsep, dan praktik di bidang teknik industri. Diseminasi penelitian akan memungkinkan peneliti muda, dan praktisi untuk mempresentasikan dan berbagi temuan empiris ilmiah mereka. Kami akan menjadi jembatan antara teori dan praktik dalam teknik industri. Prosiding ini dibuat untuk menjadi media yang dapat digunakan bagi para akademisi, praktisi dan stakeholder untuk dapat mengakses berbagai hasil penelitian maupun review literatur yang dipublikasikan pada Media <strong>Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko.</strong></p> Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim en-US Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 1978-4171 ANALISIS PENGENDALIAN MUTU MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (REGIONAL 2) UNIT PABRIK KELAPA SAWIT BAH JAMBI https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/141 <p>Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang berperan besar dalam perekonomian Indonesia. Kualitas<em> Crude Palm Oil</em> (CPO) menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing di pasar global. PT Perkebunan Nusantara IV (Regional 2) Unit PKS Bah Jambi menetapkan standar mutu CPO dengan batas maksimum Asam Lemak Bebas (ALB) 3,50%, kadar air 0,15%, dan kadar kotoran 0,020%. Pendekatan DMAIC (<em>Define, Measure, Analyze, Improve, Control</em>) menghasilkan temuan sigma level rata-rata 2,02 dan DPMO 482.950, yang mengindikasikan kinerja proses di bawah standar. Analisis mengungkapkan kadar air sebagai penyebab cacat dominan (100%) yang disebabkan oleh faktor mesin (kebocoran pipa steam, kebersihan) dan SDM (pengaturan suhu yang kurang teliti). Usulan perbaikan meliputi peningkatan perawatan mesin (preventive maintenance), dan standarisasi prosedur operasional di setiap stasiun produksi. Penerapan usulan ini diharapkan dapat menurunkan <em>Defect Per Million Opportunities</em> (DPMO), meningkatkan nilai sigma, serta menjamin mutu CPO sesuai standar yang ditetapkan.</p> Zaskia Tri Pranawita Karina Amanda Larasati Copyright (c) 2026 2026-01-28 2026-01-28 1 10 10.33005/wj.v18i1.141 Analisis Beban Kerja dengan Pendekatan Full Time Equivalent Sebagai Dasar Penentuan Jumlah Pekerja pada PT. XYZ https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/143 <p style="text-align: justify;">PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Dalam keberjalanan produksi, terdapat ketidakseimbangan beban kerja pada divisi PC sehingga menghambat kelancaran proses produksi. Ketidakseimbangan beban kerja ini juga dapat berdampak negatif terhadap efisiensi, produktivitas, dan kesejahteraan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja karyawan pada Departemen Perencanaan dan Pengendalian Produksi (PC) PT XYZ menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE), serta menentukan jumlah tenaga kerja optimal di setiap area kerja. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner terhadap karyawan di enam area kerja dan kemudian dilakukan analisis dengan menghitung jam kerja efektif berdasarkan standar ILO, kemudian mengonversi beban kerja menjadi indeks FTE. Hasil analisis menunjukkan bahwa 49% karyawan mengalami beban kerja <em>overload</em>, 22% dalam kategori normal, dan 29% <em>underload</em>. Berdasarkan perhitungan, dibutuhkan penambahan 10 tenaga kerja, untuk beberapa area kerja. Penelitian ini merekomendasikan penyesuaian jumlah tenaga kerja, peninjauan ulang job description, serta penambahan armada transportasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan distribusi beban kerja yang lebih merata.</p> Ghaisan Nabiel Alfian Arsyad Rahmaniyah Dwi Astuti Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 11 23 10.33005/wj.v18i1.143 Kesiapan Masyarakat Lokal Dalam Pengembangan Desa Paseseh Sebagai Desa Wisata Di Kabupaten Bangkalan https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/144 <p>Pengembangan desa wisata menjadi strategi yang banyak diterapkan untuk memberdayakan potensi lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Desa Paseseh di Kabupaten Bangkalan, Madura merupakan salah satu desa yang sedang berinisiatif dalam mempersiapkan menjadi desa wisata. Faktor kunci yang menentukan keberhasilan inisiatif ini adalah kesiapan masyarakat. Ketidaksiapan masyarakat berpotensi menjadi hambatan utama, padahal desa ini memiliki beragam aset wisata yang dapat dikembangkan.&nbsp;Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui posisi tingkat kesiapan masyarakat menggunakan pendekatan <em>Community Readiness Model</em> (CRM). Ruang lingkup penelitian mencakup penilaian enam dimensi kesiapan masyarakat, yaitu usaha masyarakat, pengetahuan masyarakat mengenai usaha, kepemimpinan, kondisi masyarakat, pengetahuan masyarakat tentang isu, dan sumber daya masyarakat terkait isu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan masyarakat berada pada tahap <em>Preparation</em> (persiapan) dengan skor rata-rata 3.67, dimana aspek keterampilan masyarakat menjadi kekuatan utama dengan skor 4.00 sementara pengetahuan tentang isu masih perlu ditingkatkan dengan skor 3.33. Penelitian ini menjelaskan bahwa masyarakat Desa Paseseh telah memiliki landasan yang memadai untuk melanjutkan ke tahap implementasi, dengan rekomendasi strategis pada peningkatan kapasitas pengetahuan masyarakat melalui program edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif.</p> Erwinda Styana Dwi Wulandari Retno Indriartiningtias Shofi Fitrotis Salimah Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 24 36 10.33005/wj.v18i1.144 Pengendalian Kualitas Produk Chain Wheel Gear 578W pada Proses Machining dengan Metode Seven Tools di PT. Sinar Agung Selalu Sukses https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/145 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas produk Chain Wheel Gear (CWG) 578W pada proses machining di PT. Sinar Agung Selalu Sukses dengan menggunakan metode Seven Tools. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa CWG memiliki tingkat cacat tertinggi dibandingkan produk lain di departemen machining, dengan jenis cacat dominan yaitu gas hole dan shrinkage. Data yang dikumpulkan selama periode Januari hingga Juni 2025 diolah menggunakan alat bantu checksheet, histogram, diagram pareto, peta kendali p, dan diagram fishbone. Hasil analisis menunjukkan bahwa dua jenis cacat tersebut disebabkan oleh faktor manusia, mesin, metode, dan material. Usulan perbaikan yang diberikan meliputi standarisasi kecepatan penuangan logam cair, pengendalian kadar air pada pasir cetak dan resin, serta perawatan berkala pada heater mesin core. Implementasi usulan ini diharapkan mampu menekan tingkat cacat produk dan meningkatkan efisiensi proses produksi.</p> Dhenty Mevia Ardana Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 37 46 10.33005/wj.v18i1.145 Model Tourism Supply Chain Desa Wisata (Studi Kasus : Desa Paseseh, Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura) https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/146 <p style="text-align: justify;">Desa Paseseh merupakan salah satu sentra batik Madura yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata budaya. Selain menjadi sentra batik, Desa Paseseh terdapat beberapa faktor lainnya yang dijadikan sebagai wisata seperti pantai dan muesum kapal. Saat ini Desa Paseseh sedang melakukan proses pengembangan untuk menjadi desa wisata. Salah satu hal yang perlu disiapkan dari pihak pemerintah atau yang berkepentingan yaitu melalui proses <em>Tourism Supply Chain </em>sebagai upaya untuk meningkatkan sistem pengelolaan wisata yang lebih terarah, memperkuat peran masyarakat lokal, serta memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. <em>Stakeholder </em>yang ada dalam penelitian meliputi Kepala Desa dan pelaku UMKM desa wisata Paseseh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model <em>Tourism Supply Chain</em> di Desa Wisata Batik Paseseh terdiri dari beberapa elemen utama, yaitu reservasi, transportasi, atraksi, produksi UMKM batik, aktivitas wisata, dan wisatawan.</p> Intan Salza Putri Syaharani Retno Indriartiningtias Shofi Fitrotis Salimah Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 47 56 10.33005/wj.v18i1.146 Penerapan Manajemen Strategi dalam Menilai Kelayakan Usaha Laundry Kiloan Menggunakan Analisis SWOT di Kawasan Industri https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/148 <p style="text-align: justify;">Perkembangan kawasan industri di Indonesia, khususnya di Cikarang, membuka peluang bisnis di sektor jasa penunjang kebutuhan sehari-hari. Salah satunya adalah layanan laundry kiloan berbasis teknologi digital untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi. Transformasi digital menjadi solusi yang relevan, memungkinkan layanan pemesanan dan pengantaran laundry dapat dilakukan secara efisien melalui aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan bisnis SIKAT BERSIH, yaitu usaha laundry kiloan dengan layanan antar-jemput berbasis aplikasi digital di kawasan industri Cikarang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Data primer diperoleh dari observasi lapangan dan wawancara dengan 56 responden yang terdiri dari pekerja pabrik, penghuni kos, mahasiswa dan pelaku usaha laundry. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dan pertimbangan bagi calon investor atau pelaku usaha sejenis di kawasan industri lainnya. Dengan demikian, SIKAT BERSIH memiliki prospek untuk menjadi solusi inovatif layanan laundry modern yang kompetitif dan berkelanjutan di kawasan industri Cikarang.</p> Tri Ngudi Wiyatno Indra Setiawan Sunita Dasman Opie Oktavia Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 57 64 10.33005/wj.v18i1.148 Penentuan Parameter Proses Produksi Nata de coco Untuk Menghasilkan Nata de coco dengan Kekenyalan Optimal Menggunakan Metode Taguchi https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/147 <p style="text-align: justify;">CV. Bimo Agro Makmur merupakan home industry yang bergerak dalam bidang produksi&nbsp; nata de coco. Produk utamanya adalah nata de coco lembaran dengan sepesifikasi 25 x 30 cm, ketebalannya ± 1,5 cm..Pada saat ini dari satu batch produksi yang terdiri dari 65 lembar nata de coco, terdapat 8 – 15 lembar nata de coco yang tidak kenyal atau hancur. Kurang kenyalnya nata de coco yang dihasilkan dikarenakan parameter proses produksi yang digunakan kurang optimal. Nata de coco yang baik mempunyai kekenyalan 31,8-36,5 g/cm². Tujuan penelitian ini adalah menentukan parameter proses produksi nata de coco optimal sehingga dihasilkan nata de coco dengan kekenyalan optimal menggunakan desain eksperimen dengan metode Taguchi. Eksperimen yang dilakukan menggunakan empat faktor kontrol dengan masing-masing terdiri dari tiga level. Matrik orthogonal yang digunakan adalah L₂₇(3¹³). Faktor control dan levelnya&nbsp; yang digunakan dalam penelitian ini adalah banyaknya air kelapa dengan levelnya adalah 1 liter, 1,5 liter, dan 2 liter; banyaknya gula pasir dengan levelnya adalah 5 gram, 6 gram , dan 7 gram; banyaknya ammonium sulfat (ZA) dengan levelnya adalah 4 gram, 5 gram, dan 6 gram; dan lama fermentasi dengan levelnya adalah 6 hari, 7 hari, dan 8 hari.. Berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan didapatkan parameter proses produksi optimal adalah gula pasir yang digunakan 7 gram,&nbsp; ammonium sulfat yang digunakan 4 gram, dan lama fermentasi selama 6 hari.</p> Xexes Holbala Sutrisno Irwan Soejanto Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 65 76 10.33005/wj.v18i1.147 ANALISIS EFISIENSI KERJA PEGAWAI UNIT ASSET MANAGEMENT DAN GENERAL SERVICES BANDARA ADI SOEMARMO MENGGUNAKAN METODE WORK SAMPLING https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/149 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi kerja pegawai pada Unit <em>Asset Management</em> dan <em>General Services</em> Bandara Internasional Adi Soemarmo serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab aktivitas non-produktif. Metode yang digunakan adalah <em>work sampling</em> dengan interval waktu pengamatan lima menit terhadap empat pegawai selama periode 7 Juli hingga 7 September 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas non-produktif mendominasi sebesar 48,43%, diikuti aktivitas produktif sebesar 37,44%, dan aktivitas supportive sebesar 14,12%. Rendahnya efisiensi kerja disebabkan oleh penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang belum konsisten, alur kerja yang kurang efisien, pengawasan yang minim, serta belum adanya sistem pemantauan tugas harian. Selain itu, rendahnya motivasi dan disiplin kerja, fasilitas yang belum mendukung efisiensi, budaya kerja yang belum berorientasi pada produktivitas, serta keterbatasan dukungan digital turut memperburuk kondisi tersebut. Ketidakefisienan ini berpotensi menurunkan produktivitas pegawai serta citra profesional perusahaan di mata publik. Oleh karena itu, diperlukan penerapan SOP secara konsisten, peningkatan fungsi supervisi, dan digitalisasi proses kerja untuk meningkatkan efisiensi serta mempertahankan reputasi perusahaan secara berkelanjutan.</p> Ceria Shallom Nova Famila Dwi Winat Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 77 86 10.33005/wj.v18i1.149 PENGURANGAN WAKTU PRODUKSI DENGAN METODE JUST IN TIME (JIT) PADA PERUSAHAAN XYZ CAR SEAT INDONESIA https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/151 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini membahas penerapan metode Just-In-Time (JIT) di industri manufaktur carseat PT. XYZ yang bertujuan meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing perusahaan. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kuantitatif, data waktu produksi dikumpulkan melalui observasi sebelum dan sesudah implementasi JIT. Fokus utama analisis adalah eliminasi pemborosan seperti waktu tunggu dan inventori berlebih, serta penerapan sistem produksi tarik (pull system). Hasil penelitian menunjukkan pengurangan waktu siklus produksi rata-rata sebesar 25%, dimana waktu produksi per unit turun dari 64 menit menjadi 60 menit, mencapai efisiensi sebesar 6,25%. Selain itu, lead time berkurang secara signifikan hingga 66,62%, lead time conveyance menurun sebesar 80%, dan lead time stagnasi berkurang 74,03%. Jumlah Work-In-Process (WIP) berkurang hingga 45%, memperlancar aliran material dan meminimalkan waktu tunggu antar stasiun kerja. Penerapan JIT membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan kecepatan respons terhadap permintaan pasar serta mengoptimalkan efisiensi operasional perusahaan secara menyeluruh.</p> Adi Rusdi Widya Eman Rusmana Supriyati Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 87 101 10.33005/wj.v18i1.151 ANALISIS KELUHAN MUSKOLOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA AVSEC BANDARA ADI SOEMARMO MENGGUNAKAN NORDIC BODY MAP https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/150 <p style="text-align: justify;">Petugas AVSEC memiliki beban kerja tinggi dengan postur kerja statis dan aktivitas berulang, yang berpotensi menimbulkan gangguan otot dan rangka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keluhan <em>Musculoskeletal Disorders</em> (MSDs) pada petugas <em>Aviation Security</em> (AVSEC) di Bandara Adi Soemarmo dengan menggunakan metode <em>Nordic Body Map</em> (NBM). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi bagian tubuh yang mengalami keluhan serta tingkat intensitasnya berdasarkan persepsi responden. Penelitian dilaksanakan di PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandar Udara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, dengan melibatkan 20 orang petugas AVSEC sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner NBM dan observasi langsung terhadap aktivitas kerja di berbagai pos tugas, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami keluhan muskuloskeletal dengan tingkat keparahan yang bervariasi, dengan skor total berkisar antara 35 hingga 50. Bagian tubuh yang paling dominan mengalami keluhan adalah tubuh bagian bawah, terutama betis dan kaki, dengan tingkat keluhan mencapai 55% dalam kategori <em>sakit</em>. Faktor penyebab utama keluhan MSDs meliputi postur kerja statis, durasi berdiri yang lama, kurangnya rotasi kerja, dan kondisi seragam yang kurang fleksibel. Rekomendasi perbaikan yang diajukan antara lain penerapan rotasi kerja, pemberian waktu istirahat singkat, pelatihan postur kerja ergonomis, serta evaluasi berkala terhadap penerapan prinsip ergonomi.</p> Fatimah Az Zahra Adhis Putri Agung Famila Dwi Winati Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 102 111 10.33005/wj.v18i1.150 ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL PETUGAS AVSEC (Aviation Security) DENGAN METODE NASA-TLX PADA PT ANGKASA PURA INDONESIA (STUDI KASUS : BANDARA ADI SOEMARMO) https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/152 <p style="text-align: justify;">Petugas <em>Aviation Security</em> (AVSEC) memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan, sehingga dituntut untuk bekerja dengan tingkat konsentrasi dan ketelitian yang tinggi. Kondisi kerja yang dinamis serta sistem shift yang bergilir sering kali menimbulkan tekanan mental yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat beban kerja mental serta mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhi petugas AVSEC di Bandara Adi Soemarmo. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan instrumen pengukuran NASA-<em>Task Load Index</em> (NASA-TLX) yang melibatkan enam indikator, yaitu <em>mental demand, physical demand, temporal demand, performance, effort, dan frustration.</em> Data diperoleh dari 20 responden melalui penyebaran kuesioner dan wawancara langsung di berbagai area kerja AVSEC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% petugas berada pada kategori beban kerja mental tinggi dan 38% berada pada kategori sangat tinggi. Faktor yang paling dominan adalah <em>performance</em> (OP), <em>effort</em> (EF), dan <em>mental demand</em> (MD) yang mencerminkan tingginya tuntutan kinerja, konsentrasi, serta tanggung jawab pekerjaan. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan penerapan intervensi holistik seperti penambahan tenaga kerja, rotasi shift, manajemen stres, dan pelatihan kognitif untuk mengurangi beban kerja mental serta meningkatkan efektivitas dan kesejahteraan kerja petugas AVSEC.</p> Fera Tri Safilah Famila Dwi Winanti Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 112 120 10.33005/wj.v18i1.152 Evaluasi Kelayakan Usaha Dengan Metode Business Model Canvas dan Analisis Sensitivitas https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/153 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan usaha secara finansial dan non-finansial menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) serta analisis sensitivitas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis finansial dilakukan dengan menghitung <em>Net Present Value</em> (NPV), <em>Payback Period</em> (PP), <em>Profitability Index</em> (PI), dan <em>Break Even Point</em> (BEP), disertai uji sensitivitas terhadap kenaikan harga bahan baku sebesar 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total investasi sebesar Rp160.903.000. Biaya tetap senilai Rp732.000.000 dan biaya variabel yang mencakup bahan baku sekitar Rp1,74 miliar hingga Rp1,77 miliar serta <em>overhead</em> sekitar Rp168 juta hingga Rp171 juta. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha dinyatakan layak secara finansial dengan nilai BEP sebesar Rp1.489.114.584, NPV positif sebesar Rp2.930.090.489, PP selama 4 bulan 30 hari, dan PI sebesar 1,42. Uji sensitivitas menunjukkan bahwa usaha tetap layak dijalankan pada semua skenario kenaikan harga bahan baku, dengan nilai NPV terendah Rp1.810.472.293 pada skenario kenaikan 15% dan PI yang tetap di atas 1. Dari aspek non-finansial, usaha juga dinilai layak karena memiliki lokasi strategis, proses produksi efisien, dan operasional yang terstruktur dengan baik. Berdasarkan hasil BMC, SWOT, dan TOPSIS, strategi berbasis digital menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kinerja bisnis dan memperluas jangkauan pasar.</p> Yosephin Love Fina Putri Kusmawati Santika Sari Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 121 131 10.33005/wj.v18i1.153 STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS OPERATOR MELALUI ANALISIS METODE TIME STUDY PADA PROSES PENGEMASAN PRODUK (Studi Kasus : PT. Dion Farma Abadi Klaten, Jawa Tengah) https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/154 <p style="text-align: justify;">Industri manufaktur berperan penting dalam mendukung perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 18,25% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2023. Salah satu subsektor yang terus tumbuh adalah industri kosmetik dan skincare, yang mengalami peningkatan permintaan seiring dengan tren perawatan diri dan perluasan pasar digital. Namun, dalam proses produksinya, khususnya pada tahap pengemasan, masih ditemukan perbedaan produktivitas antaroperator yang berdampak pada efisiensi dan stabilitas alur produksi. Penelitian ini dilakukan di PT. Dion Farma Abadi Klaten untuk menganalisis faktor-faktor penyebab variasi produktivitas antaroperator dan merumuskan strategi peningkatan efisiensi kerja. Metode yang digunakan adalah time study (studi waktu) dengan pengamatan langsung terhadap aktivitas pengemasan seperti label depan, label bawah, dan pemasangan hologram. Data waktu kerja dikumpulkan dari lebih dari 40 operator dan diuji menggunakan uji keseragaman data, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku serta analisis penyebab menggunakan diagram Fishbone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua aktivitas berada dalam batas kendali atas dan bawah (BKA-BKB), menandakan data seragam. Nilai rata-rata waktu siklus diperoleh sebesar 0,33 menit/pcs untuk label depan, 0,162 menit/pcs untuk label bawah, dan 0,12 menit/pcs untuk pemasangan hologram. Setelah disesuaikan dengan faktor penilaian kinerja dan allowance, diperoleh rata-rata waktu baku sebesar 0,3 menit/pcs pada label depan, 0,15 menit/pcs pada label bawah, dan 0,10 menit/pcs pada aktivitas hologram. Hasil menunjukkan adanya variasi produktivitas antaroperator hingga selisih tiga kali lipat, di mana operator K mampu mencapai 16 pcs/menit sementara operator P hanya 5 pcs/menit pada aktivitas yang sama. Perbedaan produktivitas disebabkan oleh faktor keterampilan dan pengalaman (35%), teknik gerakan (25%), motivasi dan kondisi psikologis (12%), serta lingkungan kerja (8%). Berdasarkan temuan tersebut, strategi peningkatan produktivitas yang diusulkan meliputi pelatihan internal oleh operator berpengalaman, pemetaan kompetensi kerja, perbaikan ergonomi area kerja, serta rotasi aktivitas untuk menghindari kejenuhan dan meningkatkan motivasi. Penerapan strategi ini diharapkan dapat menurunkan rata-rata waktu baku sebesar 15–25%, menyamakan produktivitas antaroperator, serta meningkatkan efisiensi proses pengemasan secara keseluruhan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan faktor manusia melalui pelatihan, standardisasi prosedur, dan lingkungan kerja yang ergonomis menjadi kunci utama dalam peningkatan produktivitas industri kosmetik yang kompetitif.</p> Miranda Sianturi Ade Yanyan Ramdhani Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 132 144 10.33005/wj.v18i1.154 Optimalisasi Biaya Distribusi dan Kapasitas Pengiriman Produk Kopi Menggunakan Metode Dynamic Programming Dengan Software Win-QSB Pada PT MLN https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/156 <p style="text-align: justify;">PT MLN merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi kopi. Terdapat 10 jenis kopi dengan ketersediaan unit, berat dan keuntungan yang berbeda. PT MLN terletak di Kota Surabaya dan ingin melakukan pendistribusian kopi menuju kota Sidoarjo. Terdapat 11 titik yang akan menjadi pilihan rute jalur distribusi. Yang dimana terdapat 5 tahap rute yang harus dilalui untuk bisa sampai ke kota tujuan. Penelitian ini berfokus untuk menentukan rute dengan persentase jarak terpendek untuk memperoleh biaya distribusi minimal serta menentukan jumlah&nbsp; maksimum kapasitas kopi yang bisa diangkut untuk memperoleh keuntungan yang maksimal. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, PT MLN mengambil tindakan menganalisis rute perjalanan dengan metode <em>Stagecoach Problem</em> serta menganalisa kapasitas angkut distribusi dengan metode <em>knapsack</em> menggunakan <em>software</em> win-QSB. Dari hasil pengolahan data diperoleh pada <em>stagecoach</em> didapatkan biaya minimum sebesar Rp4.000.000, biaya minimum ini akan dicapai ketika truk pengangkut melalui rute kota A ke kota C, kota C ke kota H, kota H ke kota K, kota K ke kota M, kota M ke kota P. Dan pada perhitungan <em>knapsack</em> didapatkan biaya maksimum yaitu sebesar Rp24.671.000.</p> Rusindiyanto Kezia Grace Sudarman Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 144 154 10.33005/wj.v18i1.156 Usulan Perbaikan Sistem Rantai Pasok untuk Mengurangi Fenomena Bullwhip Effect dengan Pendekatan Perencanaan Kebutuhan Distribusi https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/157 <p style="text-align: justify;">Alasan keberhasilan suatu sistem perdagangan tidak terlepas dari peran distributor yang menjembatani antara produsen produk dengan entitas lain dalam distribusi atau rantai pasokan seperti pengecer, pengecer, atau grosir. Perusahaan distribusi produk minyak goreng sering mengalami fenomena bullwhip effect akibat ketidakcocokan stok produk yang terus menerus.&nbsp; Fenomena ini terjadi karena pengumpulan data fisik yang tidak akurat sehingga sering terjadi kelebihan atau kekurangan produk yang tersedia yang dapat menyebabkan masalah kehabisan stok akibat kurangnya stok pengaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan saran perbaikan untuk mengurangi terjadinya fenomena bullwhip effect dengan menyesuaikan jadwal distribusi, merencanakan jumlah produk, dan waktu pengiriman melalui metode Distribution Requirement Planning. Melalui metode DRP, hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan fenomena bullwhip effect sebesar 17%, sehingga dapat meningkatkan kegiatan perencanaan dan penjadwalan pada jaringan distribusi perusahaan</p> Dira Ernawati Yekti Condro Winursito Tranggono Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 155 164 10.33005/wj.v18i1.157 Implementasi Lean Manufacturing Guna Pengurangan Waste Pada Proses Pengemasan Semen di PT STAR https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/158 <p style="text-align: justify;">Industri semen memegang peran vital dalam menopang pembangunan infrastruktur nasional, di mana volume permintaan yang besar menuntut efisiensi tinggi di seluruh rantai produksi. Salah satu lini produksi yang menuntuk efisiensi adalah pada tahapan pengemasan di PT STAR. Tahap pengemasan semen pada PT STAR merupakan bagian penting yang seringkali menyumbang berbagai bentuk pemborosan atau <em>waste</em> yang signifikan. Bentuk <em>waste</em> yang umum terjadi antara lain produk cacat (<em>defect</em>), kelebihan produksi yang tidak sesuai permintaan (<em>overproduction</em>), dan waktu tunggu (<em>waiting</em>) akibat ketidakseimbangan antara mesin pengemas dan aliran logistik internal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat <em>waste</em> pada proses pengemasan semen di PT. Sinar Tambang Artha Lestari (STAR). Penelitian ini juga menganalisis akar penyebab, dan merancang strategi perbaikan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan l<em>ean manufacturing</em> dengan tools <em>value stream mapping</em> (VSM), <em>process activity mapping</em> (PAM), dan <em>fishbone diagram</em>. Hasil menunjukkan bahwa implementasi <em>lean manufacturing</em> berhasil menurunkan tingkat <em>waste</em> dari 7.82% menjadi 4.66%. Melalui penerapan strategi tersebut, proses produksi diharapkan menjadi lebih cepat, stabil, dan seragam. Hal ini bertujuan untuk mengurangi <em>non-value added time</em> serta memperkuat integrasi antar elemen proses produksi untuk mencapai perbaikan berkelanjutan (<em>continuous improvement</em>).</p> Muhammad Alfi Nur Rifki Fauzan Romadlon Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 165 174 10.33005/wj.v18i1.158 Peningkatan Kualitas Proses Finishing Kertas Koran Menggunakan Metode Six Sigma DMAIC dan FMEA: Studi Kasus di PT. ABC https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/160 <p style="text-align: justify;">PT. ABC menghadapi tantangan dalam mengendalikan cacat produk pada proses finishing kertas koran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas proses dengan menerapkan metodologi DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dari Six Sigma. Data cacat dari Juli hingga Desember 2024 dianalisis untuk mengidentifikasi jenis cacat dominan dan menghitung kinerja awal. Hasil penelitian mengungkap bahwa "Kertas Lubang" merupakan cacat terbesar (30,74%). Nilai kapabilitas proses awal adalah level sigma 3,73 (DPMO 12.878). Analisis FMEA mengidentifikasi "Kertas Lubang" sebagai prioritas dengan Risk Priority Number (RPN) tertinggi 448. Usulan perbaikan difokuskan pada faktor mesin dan operator, yang kemudian diimplementasikan. Hasilnya, kapabilitas proses meningkat signifikan menjadi level sigma 3,91 (DPMO 8.056) pada Maret 2025. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan DMAIC Six Sigma efektif untuk menurunkan defect dan meningkatkan kualitas. Direkomendasikan agar perusahaan menerapkan usulan pengendalian secara berkelanjutan dan menjadikan Six Sigma sebagai budaya dalam penyelesaian masalah.</p> Rr. Rochmoeljati Andyas Mukti Pradanarka Rizqi Novita Sari Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 175 184 10.33005/wj.v18i1.160 Strategi Pengadaan Kopi Robusta dengan Pendekatan Fishbone Diagram: Studi Kasus Kafe Semesta Purwokerto https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/161 <p style="text-align: justify;">Pada perkembangan ekonomi Indonesia, industri pengolahan kopi memberikan nilai ekonomi dalam penciptaan lapangan kerja dan pendapatan. Pendirian berbagai kafe modern meningkatkan konsumsi kopi nasional, seperti yang terlihat di Kafe Semesta. Di kafe tersebut terdapat jumlah biji kopi Robusta yang tergolong tinggi, namun strategi pengadaan masih tergolong lemah. Masalah timbul dari aktivitas pemesanan, pembelian, dan penerimaan. Setiap aktivitas memiliki keterbatasan seperti kualitas, kuantitas, dan harga. Menentukan strategi yang tepat untuk pengadaan kopi Robusta di Semesta Coffee Shop dengan memberikan solusi untuk masalah pengadaan bahan baku yang ada. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan analisis fishbone melalui wawancara, survei, dan pengurangan data. Hasil menunjukkan bahwa kafe tersebut perlu meningkatkan atributnya; manusia, metode, bahan, dan lingkungan. Peningkatan ini harus dicapai untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Rekomendasi perbaikan untuk kafe Semesta meliputi pembuatan perjanjian tertulis dengan pemasok agar jumlah pesanan dapat dipenuhi sepenuhnya tanpa kenaikan harga biji kopi Robusta dan mencari pemasok cadangan dengan spesifikasi yang memenuhi standar.</p> Krisjayanti Nabila Aminatun Salamah Fauzan Romadlon Rizq Athallah Puddin Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 185 192 10.33005/wj.v18i1.161 Pengukuran Kinerja Supplier Hidrogen Peroksida Dengan Pendekatan Vendor Performance Indicator di PT XYZ https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/162 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pemasok bahan baku hidrogen peroksida di PT XYZ dengan menggunakan metode Vendor Performance Indicator (VPI) yang dikombinasikan dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai pembobotan kriteria. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui studi lapangan dan kuesioner kepada bagian logistik dan material. Evaluasi difokuskan pada lima dimensi utama VPI yaitu Quality, Cost, Delivery, Flexibility, dan Responsiveness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot kriteria tertinggi diperoleh pada aspek Quality (0,408) dan Cost (0,204), diikuti Delivery (0,204), Responsiveness (0,112), dan Flexibility (0,071). Berdasarkan skor performa keseluruhan, PT A memiliki kinerja terbaik dengan nilai 0,93, diikuti PT B (0,70) dan PT C (0,69). Penerapan metode VPI–AHP terbukti efektif dalam memberikan hasil evaluasi yang objektif, terukur, serta membantu manajemen dalam pengambilan keputusan terkait pemilihan dan pengembangan pemasok. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan dalam meningkatkan efektivitas rantai pasok melalui sistem evaluasi kinerja pemasok yang sistematis dan berkelanjutan.</p> Enny Aryanny Iriani Feri Setiawan M. Husin As Ari Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 193 202 10.33005/wj.v18i1.162 Perancangan Alat Bantu Pecacat Kemasan Bekas Berbasis Mesin Belt Sander Sebagai Solusi Proses Manual (Studi Kasus : PT. Dion Farma Abadi) https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/163 <p style="text-align: justify;">Kemasan bekas dalam industri farmasi merupakan salah satu permasalahan penting yang harus ditangani dengan baik. Apabila kemasan bekas tidak dicacat, maka berpotensi menimbulkan risiko seperti penyalahgunaan, penjualan kembali secara ilegal, maupun pencemaran lingkungan. Selama ini, proses pencacatan kemasan bekas di PT. Dion Farma Abadi masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama, menguras tenaga, dan hasil pencacatan belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat bantu pencacat kemasan bekas berbasis mesin <em>belt sander</em> sebagai solusi dari proses manual yang ada. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung di lapangan, identifikasi kebutuhan teknis, perancangan alat, serta uji coba performa.</p> <p style="text-align: justify;">Hasil perancangan menunjukkan bahwa alat bantu pencacat yang dibuat mampu mempercepat proses pencacatan dengan waktu rata-rata 3–5 detik per kemasan. Selain itu, penggunaan alat ini juga mengurangi beban kerja operator dan menghasilkan cacatan yang lebih merata dibandingkan proses manual. Dengan demikian, alat bantu pencacat kemasan bekas ini dapat meningkatkan efisiensi proses kerja dan menjadi alternatif yang lebih efektif dalam mendukung aktivitas operasional di PT. Dion Farma Abadi.</p> Arum Tri Kartika Dewi Ade Yanyan Ramdhani Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 203 211 10.33005/wj.v18i1.163 Analisis Daya Saing dan Strategi Peningkatan Layanan IndiBiz Menggunakan Metode Benchmarking, Weighted Scoring, dan SWOT (Studi Kasus: PT Telkom Indonesia Witel Yogyakarta) https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/164 <p style="text-align: justify;">Persaingan antar penyedia layanan internet bisnis di wilayah Yogyakarta semakin ketat, menyebabkan IndiBiz perlu menghadapi tantangan dalam mempertahankan daya saingnya di pasar. Penelitian ini membahas analisis daya saing layanan internet bisnis IndiBiz yang disediakan oleh PT Telkom Indonesia di wilayah Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi posisi pasar IndiBiz dan merumuskan strategi peningkatan daya saing. Ruang lingkup penelitian mencakup tiga segmen pelanggan, yaitu usaha kecil menengah, instansi pemerintahan, dan perusahaan besar. Metode yang digunakan meliputi Benchmarking, Weighted Scoring, dan Analisis SWOT untuk membandingkan IndiBiz dengan penyedia layanan lain berdasarkan indikator harga, kecepatan koneksi, biaya instalasi, keandalan jaringan, serta manfaat tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IndiBiz menempati posisi unggul pada segmen pemerintahan karena memiliki performa jaringan yang andal dan kualitas layanan tinggi. Namun, pada segmen bisnis dan perusahaan besar, IndiBiz memerlukan penyesuaian harga serta peningkatan fitur keamanan jaringan agar dapat bersaing lebih efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan daya saing IndiBiz dapat dicapai melalui fleksibilitas harga, pengembangan layanan digital terintegrasi, dan optimalisasi kolaborasi dalam ekosistem Telkom Group untuk memberikan solusi internet bisnis yang lebih kompetitif.</p> Mahdy Faraj Demmangago Famila Dwi Winati Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 212 224 10.33005/wj.v18i1.164 Analisis Pemodelan Sistem untuk Optimasi Pemanfaatan Ruang Perpustakaan di UPN VJT Melalui Pemodelan Sistem Antrean dan Kapasitas https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/165 <p style="text-align: justify;">Pemanfaatan ruang perpustakaan yang optimal menjadi tantangan penting dalam mendukung kenyamanan, efisiensi, serta produktivitas pengguna perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model sistem yang menganalisis dan mengoptimalkan penggunaan ruang perpustakaan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPNVJT) melalui pendekatan pemodelan sistem antrean dan analisis kapasitas layanan. Dengan menggunakan simulasi sistem antrean, penelitian ini mengevaluasi alokasi ruang, waktu tunggu, dan kapasitas pelayanan perpustakaan secara menyeluruh. Hasil analisis memberikan rekomendasi strategis untuk perencanaan tata ruang yang lebih efektif, efisien, dan adaptif guna meningkatkan pengalaman pengguna. Studi ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengelolaan fasilitas dan perancangan sistem pelayanan perpustakaan yang berkelanjutan.</p> Mochamad Tutuk Safirin Yanuar Rafi Rahadian Sumiati Nur Rahmawati Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 225 230 10.33005/wj.v18i1.165 KLASIFIKASI TINGKAT KERAWANAN BENCANA WITEL 3 MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING UNTUK MENDUKUNG STRATEGI EKSPANSI INFRASTRUKTUR TELEKOMUNIKASI https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/166 <p style="text-align: justify;">Pengembangan infrastruktur telekomunikasi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan pemetaan risiko bencana yang komprehensif untuk memastikan operasional berkelanjutan dan investasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan tingkat kerawanan bencana pada 10 wilayah kerja PT Telkom Witel Yogyakarta (Witel 3) menggunakan metode clustering berbasis data historis kejadian banjir, gempa bumi, angin kencang, tanah longsor, dan kebakaran periode 2023-2024. Proses normalisasi diterapkan agar skala variabel setara, dilanjutkan penerapan algoritma K-Means untuk menghasilkan kelompok daerah berdasarkan kemiripan karakteristik risiko. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga cluster utama: (1) wilayah risiko rendah yang sangat layak untuk ekspansi tower reguler, (2) wilayah risiko sedang dengan rekomendasi mitigasi tambahan, dan (3) wilayah risiko tinggi yang memerlukan pendekatan alternatif seperti Cell on Wheels (COW) atau komunikasi satelit. Implementasi hasil penelitian menyediakan data&nbsp; risiko bencana dan sarana pendukung keputusan berbasis data, sehingga pihak Telkom dapat memprioritaskan investasi di lokasi aman, mengurangi kerugian operasional, dan meningkatkan ketahanan layanan telekomunikasi. Dengan demikian, metode clustering terbukti efektif untuk mendukung strategi ekspansi infrastruktur telekomunikasi yang aman, efisien, dan berkelanjutan.</p> Adrian Kesuma Famila Dwi Winati Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 231 242 10.33005/wj.v18i1.166 Perawatan Machine Inspection Botol Kaca Dengan Menggunakan Metode Total Productive Maintenance (TPM) https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/167 <p style="text-align: justify;">X merupakan suatu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi botol kaca untuk kemasan makanan dan minuman. Dalam proses inspection dibagian QC ada beberapa jenis mesin inspection botol kaca. jenis mesin yang digunakan di PT. X di bagian QC yaitu mesin inspection sidewall, Bottom and finis, dan sensor untuk mendeteksi small crack dimana mesin tersebut berperan penting untuk menentukan kualitas botol yang akan dijual, sedangkan mesin tersebut sering mengalami kerusakan sehingga menghambatnya proses pengecekan botol dan menumpuknya produk yang sudah jadi karena belum dilakukan proses inspection oleh mesin yang ada di bagian QC. Total productive maintenance (TPM) merupakan filosofi yang bertujuan memaksimalkan efektivitas dari fasilitas yang digunakan di dalam industri, yang tidak digunakan pada perawatan saja tapi pada semua aspek dari operasi dan instalasi dari fasilitas produksi termasuk juga di dalamnya peningkatan kinerja dari orang-orang yang bekerja dalam perusahaan itu. Kurangnya pengetahuan karyawan tentang cara melakukan perawatan dan menagani masalah pada mesin inspection saat terjadi trouble membuat downtime yang cukup lama karna karyawan harus memanggil operator maintenance untuk melakukan perbaikan. Dengan menerapkan TPM diharapkan karyawan mampu melakukan autonomous maintenance sedangkan Dengan menerapkan metode Total Productive Maintenance (TPM) di PT X Proses perawatan mesin lebih efektif dan efisien karena segala susatu pada mesin inspection tidak bergantung kepada operator maintenance, sedangkan operator maintenance bisa lebih fokus untuk melakukan planned maintenance yaitu yang terdiri dari preventive maintenance, corrective maintenance dan predictive maintenance.</p> Dwi Irwati Wyjentiadi Pakpahan Ade Nurul Hidayat Supriyati Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 243 253 10.33005/wj.v18i1.167 Pendekatan Analitis Berbasis Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA) dalam Evaluasi Risiko dan Penerapan K3 untuk Mewujudkan Keberlanjutan Operasional Industri Mebel https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/168 <p style="text-align: justify;">Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri manufaktur, termasuk pada Industri Mebel Ihtiar Jaya Surabaya yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya serta menilai tingkat risiko kerja menggunakan metode <em>Multi Attribute Failure Mode Analysis</em> (MAFMA). Melalui pendekatan ini, setiap potensi risiko diidentifikasi, diukur tingkat keparahan dan frekuensinya, serta ditentukan prioritas pengendalian berdasarkan hasil evaluasi risiko. Hasil penelitian menunjukkan lima jenis risiko utama yang sering terjadi, yaitu cedera tangan dan jari, paparan suara bising, iritasi mata, tangan terjepit, serta cedera pada punggung dan otot. Risiko tertinggi adalah cedera tangan dan jari dengan tingkat kejadian 54.23%, diikuti oleh paparan suara bising 20.93%, iritasi mata 13.61%, tangan terjepit 8.27%, dan cedera punggung serta otot 2.95%. Strategi pengendalian difokuskan pada tindakan mitigasi melalui penerapan <em>Standard Operating Procedure</em> (SOP) yang benar, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, peningkatan fokus kerja, penambahan waktu istirahat, perhatian terhadap gizi pekerja, serta pelatihan ergonomi untuk pencegahan cedera otot. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan metode MAFMA efektif dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko kerja, serta memberikan rekomendasi pengendalian yang berkontribusi terhadap penerapan sistem kerja yang aman, efisien, dan berkelanjutan di Industri Mebel Ihtiar Jaya Surabaya</p> Mega Cattleya P.A. Islami Minto Waluyo Hafid Syaifullah Tania Shifa Marlian Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 254 263 10.33005/wj.v18i1.168 Analisis Pengendalian Kualitas Proses Pencetakan Produk Davos Roll Menggunakan Metode Seven Tools https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/169 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini dilakukan di PT. Slamet Langgeng Purbalingga yang berfokus pada kualitas produk Davos Roll saat proses pencetakan dengan menggunakan metode <em>Seven Tools.</em> Data yang digunakan adalah data produksi bulan Agustus 2025 dengan tujuan untuk mengetahui jenis cacat dominan, faktor penyebab cacat, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi <em>checksheet</em> produksi harian. Analisis <em>Seven Tools</em> yang digunakan adalah <em>checksheet</em>, <em>control chart</em>, <em>diagram Pareto</em>, <em>scatter diagram</em>, dan <em>fishbone diagram</em>. Hasil menunjukkan bahwa tingkat cacat produk Davos Roll pada Agustus 2025 mencapai rata-rata 30% dari total produksi sebesar 12.569 unit. Jenis cacat dominan adalah permen kusam (23%), diikuti permen rapuh/tidak keras (21%) dan bintik (21%). Faktor penyebab utama berasal dari manusia, mesin, material, metode, dan pengukuran. Rekomendasi perbaikan meliputi pelatihan operator, perawatan mesin preventif, kalibrasi alat ukur, serta peningkatan pengawasan bahan baku. Penerapan rekomendasi tersebut diharapkan dapat menurunkan tingkat cacat dan meningkatkan konsistensi kualitas produk.</p> Claresta Albertina Dina Rachmawaty Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 264 273 10.33005/wj.v18i1.169 Pengendalian Mutu Produksi Permen Davos Lux Dengan Metode Statistical Process Control https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/170 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini dilaksanakan di PT. Slamet Langgeng Purbalingga untuk memantau, mengevaluasi, dan mengendalikan mutu produksi permen Davos Lux dengan menggunakan metode <em>Statistical Process Control</em>. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jenis dan proporsi cacat produk, menilai kestabilan proses, serta mengidentifikasi penyebab utama terjadinya cacat. Data diperoleh dari periode Juli 2025 dengan total produksi 4.801 unit dan ditemukan 918 unit cacat atau sebesar 22% dari total produksi. Analisis dilakukan dengan empat alat dari <em>Seven Quality Tools</em>, yaitu lembar periksa, diagram Pareto, peta kendali P, dan diagram sebab-akibat. Hasil penelitian menunjukkan jenis cacat dominan berupa bintik, retak, flek, rapuh, kontaminasi, dan ketebalan tidak seragam. Faktor utama penyebab cacat meliputi kinerja mesin yang kurang optimal, bahan baku yang tidak homogen, metode kerja yang tidak konsisten, kondisi lingkungan, dan keterampilan operator. Secara keseluruhan, penerapan Statistical Process Control terbukti membantu pemantauan mutu secara sistematis dan mendukung peningkatan kualitas produksi yang berkelanjutan</p> Uli Kasih Angelica Tambunan Dina Rachmawaty Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 274 283 10.33005/wj.v18i1.170 Analaisis Peramalan Kebutuhan Air Bersih Menggunakan Metode Least Square dan Linear Tren pada Perumdam Tirta Galuh Ciamis https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/171 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini menganalisis peramalan kebutuhan air bersih pada Perumdam Tirta Galuh Cabang Ciamis menggunakan metode&nbsp;<em>Least Square</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>Linear Trend</em>. Data historis pelanggan dan penjualan air dari tahun 2022 hingga 2024 digunakan sebagai dasar. Peramalan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak POM-QM untuk mendapatkan hasil dan tingkat akurasi masing-masing metode. Hasil menunjukkan kedua metode memiliki tingkat akurasi yang sebanding dengan nilai kesalahan yang relatif sama. <em>Metode&nbsp;Linear Trend Line Model</em>&nbsp;dipilih sebagai metode terbaik karena menghasilkan nilai kesalahan terkecil untuk proyeksi kebutuhan masa depan. Temuan ini dapat dijadikan acuan dalam perencanaan kapasitas produksi dan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal dan berkelanjutan.</p> Reghan Supremadinata Dina Rachmawaty Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 284 294 10.33005/wj.v18i1.171 Evaluasi Postur Kerja dan Keluhan Muskuloskeletal pada Pekerja Ground Handling dan Aviation Security di Bandara Internasional Yogyakarta https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/172 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan mengevaluasi risiko ergonomi dan keluhan muskuloskeletal pada pekerja <em>ground handling</em> dan <em>aviation security</em> di Bandara Internasional Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi postur kerja dan kuesioner keluhan fisik, lalu dianalisis secara deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan pekerja <em>ground handling</em> memiliki risiko ergonomi lebih tinggi dibandingkan <em>aviation security</em>. Keluhan terbanyak dialami pada punggung, pinggang, bahu, dan kaki. Meskipun pengaruh statistik tidak signifikan, faktor durasi kerja, shift sebelumnya, dan riwayat penyakit cenderung meningkatkan keluhan. Rekomendasi difokuskan pada pelatihan teknik angkat ergonomis, pengaturan waktu kerja, dan penyediaan alat bantu seperti <em>belt loader</em> untuk menurunkan risiko muskuloskeletal.</p> Hanna Nabilla Rizka Dina Rachmawaty Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 295 304 10.33005/wj.v18i1.172 Forecasting: Peramalan pada Jumlah Penumpang Domestik (Studi Kasus : Yogyakarta International Airport) https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/173 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini dilaksanakan di PT Angkasa Pura Indonesia – Yogyakarta International Airport (YIA) dengan fokus utama pada analisis peramalan jumlah penumpang domestik periode 2025–2027. Data yang digunakan berupa jumlah penumpang bulanan sejak Januari 2020 hingga Juli 2025, yang kemudian dianalisis menggunakan metode <em>Holt–Winters Exponential Smoothing</em> (HWES) dengan dua pendekatan, yaitu model aditif dan model multiplikatif. Evaluasi model dilakukan melalui ukuran kesalahan <em>Mean Square Error</em> (MSE) <em>dan Mean Absolute Percentage Error</em> (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model aditif menghasilkan nilai MAPE sebesar 29,76%, lebih rendah dibandingkan model multiplikatif dengan nilai MAPE 44%. Hal ini mengindikasikan bahwa model aditif lebih akurat dalam merepresentasikan pola musiman dan tren jumlah penumpang domestik di YIA. Proyeksi hasil peramalan memperlihatkan adanya fluktuasi musiman dengan tren peningkatan pada periode tertentu, khususnya saat libur semester dan hari raya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak manajemen bandara dalam perencanaan kapasitas, alokasi sumber daya, serta peningkatan mutu layanan operasional.</p> Melvi Indana Shafira Dina Rachmawaty Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 305 313 10.33005/wj.v18i1.173 Strategi Fokus Biaya sebagai Keunggulan Bersaing dalam UMKM Fashion: Studi Kasus pada Edgy.chic https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/174 <p style="text-align: justify;">UMKM di sektor fashion menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan antara biaya produksi, kualitas produk, dan daya saing harga di tengah pasar yang kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi cost focus dapat diterapkan secara efektif oleh UMKM fashion sebagai bentuk keunggulan bersaing. Studi dilakukan pada brand lokal Edgy.chic yang mengadopsi pendekatan efisiensi biaya melalui produksi skala kecil dan pengadaan bahan baku langsung dari pabrik. Dengan membandingkan biaya produksi dan harga jual Edgy.chic terhadap rata-rata pesaing di pasar lokal, ditemukan bahwa strategi tersebut berhasil menekan biaya produksi di kisaran Rp20.000–Rp35.000 dengan harga jual Rp55.000–Rp120.000, memberikan margin keuntungan yang tetap kompetitif. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, didukung oleh observasi dan simulasi sederhana biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi cost focus tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga memperkuat positioning merek di pasar sebagai produk lokal berkualitas dengan harga terjangkau. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pelaku UMKM untuk memahami pentingnya efisiensi biaya sebagai alat diferensiasi di pasar.</p> Alexandro Damar Tirta Rizkyanzah Lina Fatimah Lishobrina Anis Rufaidah Annajdiah Rafda Hasna Imamah Aurelia Nur Afifah Imelda Tri Anipah Yudi Handoko Septya Wulandari Diovianto Putra Rakhmadani Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 314 322 10.33005/wj.v18i1.174 ANALISIS PERAMALAN KEBUTUHAN LIMESTONE SEBAGAI BAHAN BAKU UTAMA SEMEN MENGGUNAKAN METODE TIME SERIES PADA PT XYZ https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/175 <p style="text-align: justify;">Industri semen memiliki peran penting dalam pembangunan infrakstruktur, sehingga ketersediaan bahan baku utama, yaitu <em>limestone </em>perlu direncanakan dengan baik untuk memastikan kelancaran produksi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan <em>limestone </em>sebagai bahan baku semen di PT. XYZ kedua pabrik selama 12 periode kedepan mulai dari Agustus 2025 - Juli 2026. Data historis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kebutuhan <em>limestone </em>periode Agustus 2024 - Juli 2025 pada <em>plant </em>pertama dan kedua. Metode peramalan yang digunakan dalam penelitian ini untuk <em>plant</em>pertama adalah metode <em>weighted moving average, exponential smoothing with trend, </em>dan <em>multiplicative decomposition </em>(<em>seasonal</em>) dan <em>plant </em>kedua adalah <em>weighted moving average, additive decomposition </em>(<em>seasonal</em>)<em>, </em>dan <em>multiplicative decomposition </em>(<em>seasonal</em>). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan metode peramalan yang terbaik untuk <em>plant </em>pertama adalah metode <em>weighted moving average, </em>memiliki nilai <em>Mean Absolute Percentage Error </em>(MAPE) dengan nilai 26,921%. Sementara itu untuk <em>plant </em>kedua, metode yang terbaik adalah <em>additive decomposition </em>(<em>seasonal</em>)<em>, </em>memiliki nilai MAPE dengan nilai 34,68%. Metode tersebut dipilih karena memiliki nilai MAPE terkecil yang membuat tingkat keakuratan dan menghasilkan peramalan semakin tinggi. Hasil peramalan ini dapat digunakan sebagai dasar perencanaan bahan baku untuk mendukung kelancaran produksi perusahaan.</p> Steven Christian Aiza Yudha Pratama Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 323 332 10.33005/wj.v18i1.175 BALANCE ANALYSIS OF WATER DISPENSER ASSEMBLY LINE USING RANKED POSITIONAL WEIGHT, REGION APPROACH, AND LARGEST CANDIDATE RULE METHODS AT PT. XYZ https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/176 <p style="text-align: justify;">XYZis one of the largest electronic goods manufacturers in Indonesia, producing various electronic products, including water dispensers. Based on the performance graph over the past six months, the efficiency rate of the assembly line was below the company’s standard, and several workstations experienced bottlenecks. Therefore, an analysis of the water dispenser assembly line balancing was conducted to meet the company’s performance standards. To support this analysis, data sufficiency testing, data uniformity testing, and standard time calculations in the assembly process were performed. The line balancing was then analyzed using the Ranked Positional Weight, Region Approach, and Largest Candidate Rule methods. The results showed that the actual line efficiency reached 121.41%, with a balance delay of -21.41%, indicating a significant number of bottleneck workstations, initially totaling 14. After analysis using the three methods, line efficiency increased to 80.9%, and balance delay improved to 19.1%. Regarding the smoothness index, the Ranked Positional Weight and Largest Candidate Rule methods yielded 145.715 seconds, while the Region Approach produced 145.790 seconds, with an increased total of 21 workstations. Furthermore, a simulation using Arena software and a Paired Samples T-Test yielded a significance value of 0.317, confirming that the simulation model passed verification and validation.</p> Mohammad Rachman Waluyo Nur Fajriah Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 333 346 10.33005/wj.v18i1.176 IMPROVING QUALITY OF SERVICE BASED ON CUSTOMER SATISFACTION USING SERVQUAL AND QFD METHODS AT SEJAHTERA BUANA TRADA PULOGADUNG (ATPM X) https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/177 <p style="text-align: justify;">This study discussed the assessment of service quality provided by Sejahtera Buana Trada Pulogadung. The purpose of this research was to design an effective service model that could be used by the company to enhance its existing service standards. The scope of the study included measuring customer satisfaction levels and identifying service attributes that require improvement. The research employed the Service Quality approach and Quality Function Deployment method based on the House of Quality model. The integration of these two approaches was used to analyze and design service quality improvements at Sejahtera Buana Trada Pulogadung. The results showed that reliability was the main service variable that needed to be prioritized for improvement. Based on the integration of the Service Quality and Quality Function Deployment methods, the company needed to ensure timely service delivery according to expected work schedules. Furthermore, the findings indicated that implementing a customer relationship management system, conducting regular employee training, applying standard operating procedures, managing human resources, and improving service facilities were essential technical actions to enhance and maintain service quality sustainably.</p> Mohammad Rachman Waluyo Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 347 357 10.33005/wj.v18i1.177 MODEL PERANCANGAN STRATEGI PEMASARAN DENGAN METODE MATRIKS IFE, EFE DAN IE, MATRIKS SWOT, MATRIKS SPACE DAN AHP (STUDI KASUS PADA PT. XYZ) https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/178 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini membahas perancangan strategi pemasaran pada PT. XYZ, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri hidrolik dan pneumatik dengan pasar yang terbatas dan penjualan yang fluktuatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat guna meningkatkan daya saing dan stabilitas penjualan perusahaan. Ruang lingkup penelitian mencakup analisis faktor internal dan eksternal perusahaan, pemetaan posisi strategi, serta penentuan prioritas strategi yang paling efektif. Penelitian ini menggunakan kombinasi metode matriks SWOT, matriks SPACE, dan <em>Analytical Hierarchy Process </em>yang dibagi ke dalam tahap input, pencocokan, dan keputusan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama perusahaan terletak pada statusnya sebagai distributor resmi PARKER, sedangkan kelemahan utama adalah kurangnya informasi produk pada situs resmi. Peluang utama berasal dari meningkatnya kebutuhan pelanggan, sementara ancaman utama adalah kenaikan harga bahan baku. Berdasarkan hasil metode IE dan SPACE, perusahaan berada pada posisi tumbuh dan membangun dengan strategi yang disarankan berupa penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk. Prioritas strategi terbaik adalah penambahan <em>e-catalogue</em> pada situs resmi perusahaan.</p> Mohammad Rachman Waluyo Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 358 370 10.33005/wj.v18i1.178 Penilaian Keamanan Permainan Outdoor Jungkat-Jungkit Dengan Pendekatan BESAFE Pada TK ”DW” https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/180 <p style="text-align: justify;">TK DW menghadapi suatu permasalahan yakni pada fasilitas permainan anak-anak tepatnya pada permainan jungkat- jungkit. Solusi yang dapat diberikan untuk permainan <em>outdoor </em>jungkat-jungkit adalah dengan menggunakan metode <em>BeSafe </em>untuk mengetahui keamanan dari produk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengevaluasi tingkat keamanan serta kenyamanan pada permainan jungkat- jungkit di TK DW menggunakan metode <em>BeSafe</em>. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi perbaikan desain jungkat-jungkit agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak usia 4–6 tahun, sehingga dapat menciptakan lingkungan bermain yang aman, nyaman, dan edukatif. Berdasarkan analisis <em>BeSafe</em>, jungkat-jungkit di TK DW belum memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan anak usia 4–6 tahun karena komponen fisik yang berisiko (engsel tanpa pelindung, pegangan licin, dudukan tanpa bantalan, ketiadaan <em>stoper</em>) dan kondisi area seperti paving keras serta celah pagar. Perilaku anak yang berisiko dan keterbatasan pengawasan guru memperbesar potensi kecelakaan sehingga diperlukan perbaikan pada desain, lingkungan, edukasi, dan pengawasan. Sekolah sebaiknya segera menutup engsel, menambahkan <em>stoper</em>, melapisi pegangan dan dudukan dengan bahan empuk atau anti-selip, melapisi area bawah dengan material lunak, memasang papan aturan bergambar, mengatur jadwal bermain bergilir, dan melakukan pemeriksaan rutin secara berkala</p> M. Rama Mahesa Putra Prasetya Jessica Armelia Raditya Jarwenda Novasani Intania Widyantari Kirana Hasan Bisri Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 382 389 10.33005/wj.v18i1.180 ANALISIS RISIKO PENGGUNAAN TIMAH PB PADA PROSES SOLDERING BAGI KESEHATAN PEKERJA PT.XYZ https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/181 <p style="text-align: justify;">Timah (Pb) adalah salah satu logam berat yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi industri, termasuk dalam pembuatan baterai, pelapis, dan solder. Timah juga dikenal memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Paparan timah dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti keracunan timah, gangguan sistem saraf, kerusakan ginjal, dan gangguan fungsi reproduksi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis risiko terkait paparan timah di tempat kerja untuk melindungi kesehatan pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis risiko terhadap paparan timah (Pb) di lingkungan kerja PT.XYZ dan dampaknya bagi kesehatan pekerja. Meningkatkan pemahaman tentang risiko kesehatan yang terkait dengan penggunaan timah Pb pada proses <em>soldering</em> di industri manufaktur dan mengetahui perhitungan risiko dari timah pb bagi kesehatan para pekerja <em>soldering</em>. Berdasarkan hasil wawancara terhadap karyawan PT.XYZ gangguan fisik yang muncul akibat paparan timbal Pb selama proses soldering yaitu, karyawan yang mengalami anemia sebesar 5%, Sesak nafas sebesar 52% dan karyawan yang mengalami gangguan berupa batuk sebesar 80%. Hasil perhitungan risiko paparan timbal Pb terhadap karyawan PT.XYZ, didapatkan hasil bahwa nilai RQ semua sample lebih kecil dari satu, yang artinya pajanan dinyatakan hanya memiliki risiko yang rendah.</p> Siti Rahayu Siska Apri Andita Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 390 398 10.33005/wj.v18i1.181 APLIKASI METODE PDCA PADA PERBAIKAN KUALITAS PROSES GRINDING DI PT XYZ https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/182 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab tingginya tingkat produk cacat (NG) akibat kejadian produk jatuh pada proses grinding di PT XYZ, serta merancang dan mengimplementasikan tindakan perbaikan menggunakan pendekatan siklus PDCA (Plan, Do, Check, Action). Pendekatan ini dipilih karena memiliki karakteristik sistematis dan aplikatif dalam mendukung program perbaikan berkelanjutan di sektor manufaktur. Analisis akar masalah dilakukan dengan menggunakan diagram sebab-akibat (Fishbone Diagram) yang mengelompokkan penyebab ke dalam enam aspek utama (6M): Man, Method, Material, Machine, Measurement, dan Environment. Evaluasi pasca-implementasi menunjukkan penurunan NG Ratio secara signifikan, yang mengindikasikan keberhasilan tindakan perbaikan yang diterapkan.Temuan ini mengonfirmasi bahwa penerapan metode PDCA secara konsisten dapat menjadi solusi efektif dalam menurunkan tingkat cacat produk dan meningkatkan kualitas proses produksi.</p> Rudy Effendi Listyanto Arvita Emarilis Inatani Patli Leo Putra Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 399 410 10.33005/wj.v18i1.182 Analisis Efisiensi Tata Letak Pabrik pada Line Assembly menggunakan Metode Systematic Layout Planning (SLP) di PT. ABC https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/183 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini dilakukan di PT. ABC yang bergerak di bidang manufaktur otomotif, khususnya pada area line assembly. Ditemukan bahwa tata letak fasilitas saat ini masih belum optimal, menyebabkan waktu dan jarak tempuh yang tidak efisien saat operator mengambil part, yang berdampak pada keterlambatan proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan mengusulkan perbaikan tata letak fasilitas dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) guna meminimalkan jarak, waktu, dan ongkos material handling (OMH). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa usulan perbaikan layout berhasil mengurangi rata-rata jarak pengambilan part dari 4,6 meter menjadi 3,7 meter (penurunan 19,57%), waktu dari 14 menit 15 detik menjadi 12 menit 11 detik (penurunan 14,50%), serta OMH per hari dari Rp48.395,30 menjadi Rp41.215,82 dan OMH per bulan dari Rp1.064.696 menjadi Rp906.748,04 (penurunan 14,83%). Dengan demikian, penerapan metode SLP terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi proses produksi di area line assembly PT. ABC.</p> Rifky Adytya Pamungkas Nida An Khofiyah Suhendra Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 411 421 10.33005/wj.v18i1.183 Analisis perbandingan produktivitas operator dengan pendekatan time study, uji t-test, dan fishbone diagram pada proses pengeleman bulu mata tiplash di PT. Royal korindah https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/184 <p style="text-align: justify;">Industri bulu mata palsu merupakan salah satu subsektor kosmetik yang berkembang pesat di Indonesia dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal, khususnya di Kabupaten Purbalingga. PT. Royal Korindah sebagai salah satu produsen terbesar bulu mata palsu di dunia menghadapi tantangan dalam meningkatkan produktivitas operator pada proses pengeleman bulu mata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan produktivitas operator menggunakan dua metode pengeleman, yaitu metode kuas dan metode suntikan, dengan pendekatan time study, uji statistik, serta analisis kualitatif menggunakan fishbone diagram. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap delapan operator dengan teknik stopwatch time study untuk memperoleh data cycle time. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa rata-rata cycle time metode kuas adalah 18,28 detik, sedangkan metode suntikan 19,95 detik. Uji normalitas dan homogenitas menyatakan bahwa data tidak normal dan varians tidak homogen, sehingga digunakan Welch’s t-test. Hasil uji menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p &lt; 0,001) antara kedua metode, dengan metode kuas lebih cepat dibandingkan metode suntikan. Analisis fishbone diagram mengidentifikasi faktor penyebab perbedaan produktivitas berasal dari aspek manusia, metode, material, dan mesin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode kuas lebih unggul dalam efisiensi waktu, namun kedua metode masih memiliki kelemahan teknis yang memerlukan perbaikan agar produktivitas dan kualitas produk dapat ditingkatkan.</p> Vanessa Putri Widyawati Ega Adrianto Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 10.33005/wj.v18i1.184 Design of Information Systems and Layout Equipment Loan Area in the Workshop Division at PT XYZ https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/185 <p style="text-align: justify;">Dalam era transformasi digital industri, peningkatan efisiensi operasional menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan. Divisi workshop PT XYZ sebagai pusat pemeliharaan, perbaikan, dan penyimpanan peralatan kerja masih menghadapi permasalahan berupa pencatatan peminjaman alat yang dilakukan secara manual serta tata letak penyimpanan yang belum optimal. Kondisi tersebut menimbulkan risiko kesalahan data, keterlambatan administrasi, dan kesulitan dalam memantau ketersediaan peralatan secara real-time. Oleh karena itu, proyek ini bertujuan merancang sistem informasi berbasis web untuk mendigitalisasi proses keluar-masuk peralatan serta melakukan penataan ulang tata letak penyimpanan agar lebih sistematis dan efisien. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, dan divalidasi menggunakan Focus Group Discussion (FGD) guna memastikan kesesuaian kebutuhan pengguna terhadap rancangan sistem. Pengembangan proyek ini mengintegrasikan beberapa bidang dalam Body of Knowledge Teknik Industri, yaitu System Design and Engineering, Information Engineering, Facilities Engineering and Energy Management, serta Engineering Economic Analysis. Pendekatan System Design and Engineering digunakan untuk analisis kebutuhan dan perancangan proses menggunakan BPMN, Use Case Diagram, dan Sequence Diagram. Information Engineering diterapkan dalam perancangan aliran informasi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data, sedangkan Facilities Engineering and Energy Management digunakan untuk penataan fasilitas yang efisien dari sisi ruang dan energi. Selain itu, kelayakan finansial sistem dianalisis menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period. Secara keseluruhan, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, akurasi pencatatan, serta efektivitas pemanfaatan fasilitas di PT XYZ.</p> Reghan Supremadinata Henry Dwi Prihartanto Eko Vieri Kurniawan Femadora Indriani Kamma Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 433 440 10.33005/wj.v18i1.185 Analisis Trade-off Tingkat Pemenuhan Permintaan dan Emisi CO₂ Proses Clinker Menggunakan Pendekatan Sistem Dinamis pada Industri Semen https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/187 <p style="text-align: justify;">Perencanaan kapasitas produksi pada industri semen menghadapi tantangan dalam menjaga tingkat pemenuhan permintaan sekaligus mengendalikan emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari proses produksi clinker. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pemenuhan permintaan dan emisi karbon dioksida berdasarkan perubahan kapasitas produksi dan tingkat permintaan menggunakan pendekatan sistem dinamis. Ruang lingkup analisis difokuskan pada sistem produksi semen dengan mempertimbangkan emisi karbon dioksida yang berasal dari proses kalsinasi clinker. Model sistem dinamis dikembangkan dan disimulasikan pada beberapa skenario peningkatan dan penurunan kapasitas produksi serta permintaan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa selama permintaan berada di bawah kapasitas produksi, peningkatan tingkat pemenuhan permintaan diikuti oleh peningkatan emisi karbon dioksida. Ketika permintaan melampaui kapasitas produksi, emisi karbon dioksida cenderung stabil akibat keterbatasan produksi, sementara tingkat pemenuhan permintaan mengalami penurunan. Sebaliknya, pada kondisi penurunan permintaan, tingkat pemenuhan permintaan tetap tinggi dan emisi karbon dioksida menurun seiring dengan berkurangnya volume produksi. Temuan ini menunjukkan bahwa perbaikan kinerja lingkungan tidak selalu mencerminkan keberhasilan kebijakan produksi berkelanjutan, sehingga perencanaan kapasitas produksi perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kinerja operasional dan dampak lingkungan.</p> Halim Qista Karima Violita Anggraini Muhammad Iqbal Faturohman Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 441 450 10.33005/wj.v18i1.187 Perencanaan Rute Distribusi Logistik Perkotaan Berbasis Data Geospasial Menggunakan Pendekatan Vehicle Routing Problem https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/186 <p style="text-align: justify;">Perkembangan aktivitas ekonomi perkotaan telah meningkatkan kompleksitas distribusi logistik, khususnya untuk produk pangan segar seperti sayuran yang bersifat perishable dan memerlukan ketepatan waktu pengiriman. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute dan penjadwalan distribusi sayuran dari supplier ke toko ritel di kawasan Jalan Pandega Marta, Yogyakarta, menggunakan pendekatan Vehicle Routing Problem (VRP) berbasis data geospasial OpenStreetMap. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pemodelan matematis VRP yang diselesaikan menggunakan algoritma Nearest Neighbor dan improvement 2-opt local search, melibatkan dua supplier dan lima toko ritel. Data jaringan jalan diekstraksi menggunakan library OSMnx, dan perhitungan shortest path menggunakan algoritma Dijkstra untuk menghasilkan matriks jarak terpendek yang merefleksikan kondisi jaringan jalan aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rute optimal menghasilkan penghematan jarak sebesar 367 meter (1,97%) per hari atau setara dengan 110 kilometer per tahun. Supplier 1 memiliki efisiensi rute 2,8 kali lebih tinggi (0,476 toko/km) dibandingkan Supplier 2 (0,168 toko/km) karena keunggulan lokasi depot yang 48,2% lebih dekat ke cluster toko. Perbandingan jarak Euclidean dan network distance menghasilkan detour factor 1,091, memvalidasi pentingnya penggunaan data geospasial aktual untuk akurasi perencanaan rute. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur city logistics melalui demonstrasi aplikasi VRP berbasis open-source geospatial data untuk konteks UMKM di negara berkembang, menghasilkan framework yang theoretically sound dan practically actionable dengan operational optimization, dan environmental sustainability.</p> Violita Anggraini Muhammad Iqbal Faturohman Halim Qista Karima Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-28 2026-01-28 451 468 10.33005/wj.v18i1.186 Analisis Penyebab Keterlambatan Penyelesaian Proyek Tangki Menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) di PT XYZ https://semnasti.upnjatim.ac.id/index.php/semnasti/article/view/188 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan proyek pada proses produksi storage tank di PT XYZ menggunakan metode <em>Fault Tree Analysis</em>. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang menyebabkan keterlambatan dan menetapkan prioritas perbaikan berdasarkan hasil perhitungan minimal cut set. Penelitian dilakukan melalui observasi serta wawancara dengan staf perusahaan untuk mengumpulkan informasi terkait proses pengadaan, pencatatan persediaan, dan pengiriman bahan. Hasil dari analisis menunjukkan adanya sembilan basic event yang dikelompokkan ke dalam tiga intermediate event keterlambatan, yaitu manajemen proyek, faktor eksternal, dan proses internal. Melalui perhitungan cut set, diperoleh 24 minimal cut set yang menunjukkan kombinasi kejadian yang paling mempengaruhi keterlambatan proyek. Faktor yang paling dominan adalah keterlambatan respon dan pengiriman dari vendor serta sistem pencatatan stok yang masih manual. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan peningkatan digitalisasi melalui pencatatan digital (WMS) dan penerapan kontrak operasional (SLA) dengan vendor harus menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko keterlambatan dan meningkatkan efisinesi proyek di masa yang akan datang.</p> Athaya Hafshah Bestari Anastasia Febiyani Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2026-01-29 2026-01-29 469 478 10.33005/wj.v18i1.188